MANAGED BY:
JUMAT
23 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Sabtu, 28 Oktober 2017 22:41
Kerja Jokowi Membangun Papua
Presiden RI Joko Widodo. (net)

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Trans Papua kini telah terhubung sepanjang 3.851,93 km dari total target awal sepanjang 4.330,07 km. Fokus pembangunan Papua dibandingkan dengan daerah lain dikarenakan Papua adalah kawasan yang paling tertinggal dari segi infrastrukturnya terutama di daerah. Sehingga dengan pembangunan Papua akan tercapai target pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman, perbatasan, dan pingggiran Indonesia.

Kemudian pada masa pemerintahan Jokowi juga dilakukan peresmian Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola oleh PT. PLN (Persero) pada hari jumat 29 September 2017 lalu, di distrik Bonggo Kabupaten Sarmi. Peresmian PLTD tersebut merupakan buah dari komitmen pemerintahan Jokowi dalam mewujudkan Indonesia terang dan Papua terang.

Selain pembangunan yang telah terealisasi dan sedang berjalan, pemerintahan Jokowi juga merencanakan pembangunan bendungan Baliem yang rencananya akan dilelang pada 2018 mendatang. Bendungan tersebut diperkirakan akan menelan anggaran sebanyak 4,7 triliun, dan akan memiliki kapasitas tampungan air hingga 200 juta meter kubik serta mampu menghasilkan hingga 50 MW.

Diluar kebijakan pembangunan infrstruktur pemerintah Jokowi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Papua melalui kebijakan BBM satu harga, sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomiannya, selain itu kebijakan tersebut juga merupakan komitmen pemerataan pembangunan dari daerah pinggiran.

Selama 3 tahun pemerintahannya, presiden Jokowi telah mampu menunjukkan kerja nyata da kerja kongkrit dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik, bahkan peningkatan-peningkatan kinerja Jokowi terlihat sangat signifikan diabandingkan kondisi pembangunan pada awal pemerintahannya, sehingga akan sangat mengherankan jika masih terdapat pemberitaan negatif tentang Jokowi yang dikemas dengan berbagai isu murahan hanya untuk kepentingan jangka pendek. Sebaliknya isu-isu tersebut merupakan propaganda yang dibuat oleh pihak tertentu yang merasa kepentingan politisnya terancam oleh kinerja baik presiden Jokowi.

Kondisi saat ini, menunjukkan bangsa Indonesia sedang mengalami krisis persatuan dan moral, sehiingga dengan mudahnya terprovokasi untuk saling memukul antar sesama bangsa Indonesia, hal ini berlawanan ideologi pancasila yang dirumuhkan oleh para pendahulu. Kondisi tersebut tergambar dalam beberapa peristiwa besar yang belakangan terjadi, diantaranya gerakan masyarakat yang mengangkat isu kebangkitan PKI, padahal berdasarkan TAP MPRS No. 25/1966, PKI dilarang di Indonesia, bahkan Presiden Jokowi mengatakan “Jika PKI nongol, gebuk saja”. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah akan memegang teguh TAP MPRS tersebut dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Namun, isu tersebut terus dikembangkan dan lebih mirisnya lagi, isu tersebut digunakan untuk menjatuhkan presiden Jokowi, bahkan ketika Jokowi telah mampu membuktikan kualitasnya sebagai pemimpin yang kompeten.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers