SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Rabu, 25 November 2015 18:07
Evaluasi Izin di Lahan Gambut
INTROSPEKSI: Willem R saat membuka rapat evaluasi kebakaran lahan dan hutan di regional Kalimantan di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Bencana kebakaran lahan baru pergi setelah musim hujan tiba. Seluas 574 ribu hektare lahan di Kalteng yang dilalap api. Di Indonesia, 2,6 juta hektare yang mengepul. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 200 triliun akibat bencana tahunan itu.

Tak ingin terus berulang, pemerintah berbenah. Selasa (24/11) kemarin, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemprov Kalteng mengevaluasi izin di kawasan lahan gambut. Yang pasti, pemerintah sesumbar tak akan memberi izin baru di kawasan yang mudah terbakar itu.

”Kementerian tidak akan membuka perizinan baru di area lahan gambut. Dan kita akan mengevaluasi izin-izin yang berada di area lahan gambut," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles Panjaitan, Selasa (24/11).

”Kita akan lihat kalau memang di kawasan perusahaan itu gambutnya dalam, maka akan kita tutup kanal-kanalnya. Dan setiap perusahaan yang batas toleransi gambutnya rendah, harus ada sekat-sekat kanalnya," sambung dia.

Proses hukum terhadap perusahaan yang terlibat pembakaran lahan juga masih berjalan. Sudah ada empat izin perusahaan yang dicabut, 14 dalam proses pencabutan, 80 disanksi administrasi, dan 40 sedang diaudit penataan.

”Yang baru bisa dipublis 14 perusahaan, dan 4 sudah dicabut, yakni di Sumatera dan Kalimantan Barat. Kemudian di Kalteng juga ada perusahaan yang dikenakan sanksi pencabutan maupun sanksi pemaksaan. Mereka tidak mengelola lingkungannya secara benar, sehingga akibatnya terbakar," terang Raffles.

Pj Gubernur Kalteng Hadi Prabowo mengaku akan melakukan ienventarisasi terhadap perusahaan-perusahaan yang izinnya berada di areal lahan gambut. ”Kita akan berkoordinasi dengan KLHK untuk melakukan evaluasi terhadap perizinan di areal gambut. Dan secepatnya kita akan melakukan inventarisi," ucapnya menambahkan.

Selain menimbulkan kerugian ratusan triliun rupiah, bencana asap akibat kebakaran lahan juga menyerang sektor-sektor penting seperti pendidikan. Dampak yang juga tak bisa dihitung secara materi adalah terganggunya kesehatan masyarakat.

Hitung-hitungan sementara, kerugian mencapai Rp 200 triliun. Ongkos pemadaman api saja hingga Rp 500 miliar. ”Kemudian di Kementerian LHK, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah juga banyak mengeluarkan anggaran untuk pemadaman," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei saat jumpa pers, Selasa (24/11).

Hutan lindung, hutan produksi, kawasan suaka, dan lahan gambut yang terbakar di seluruh tanah air seluas 2,6 juta hektare. Sekitar 33 persennya di lahan gambut. ”Ini tentu menjadi perhatian kita ke depannya," tegasnya.

”Lebih dari 20 juta orang terdampak akibat kabut asap ini dan 19 orang meninggal. Kemudian pendidikan juga terkena dampak dari ini semua. Saya selaku Kepala BNPB, bertanya apa yang telah kita lakukan untuk penanggulanagn ini agar tidak terulang," sambung dia.

”Kita ingin mengetahui apa menjadi penyebab kebakaran dan kabut asap terus berulang. Kita ingin memiliki konsep yang jelas untuk pencegahan ke depan," tandasnya. (arj/dwi)

 

LAHAN YANG TERBAKAR

Jenis: Hutan Lindung, Hutan Produksi, Kawasan Suaka, dan Lahan Gambut

Luasan: 2,6 juta hektare di Indonesia (33 persen gambut), 574 ribu hektare di Kalteng

 

KERUGIAN

Materil: Rp 200 triliun

Korban: 19 orang meninggal dunia, 20 juta orang terdampak

 

PROSES HUKUM

Izin Dicabut: 4 perusahaan

Dalam Proses Pencabutan: 14 perusahaan

Sanksi Administrasi: 80 perusahaan

Audit Penataan: 40 perusahaan

loading...

BACA JUGA

Kamis, 14 Agustus 2025 12:17

Tindak Tegas Perusak Fungsi Drainase

SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menegaskan pemerintah…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:17

Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pertanian dan Pendidikan

SAMPIT – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor,…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:24

Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun

SAMPIT – Persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern di…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:23

Dukung Rencana BUMD Produksi Air Minum Kemasan

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyatakan…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:23

Realisasikan Program Beasiswa Dokter Spesialis

SAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim)…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:08

Tindaklanjuti Permohonan Hibah Tanah Pembangunan MAN

SAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:05

Dorong Pertamina Gencarkan Sosialisasi Transisi Tabung Elpiji

SAMPIT - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:03

Kembalikan Anggaran Jalan Cempaka Mulia–Pulau Hanaut

SAMPIT – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur…

Senin, 11 Agustus 2025 11:56

Desak Telusuri Penyewaan Aset Daerah

SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur…

Jumat, 08 Agustus 2025 17:19

Kotim Kaya SDA, tapi Masyarakat Tak Merasakan Dampak Ekonomi

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyoroti…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers