MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 13 Maret 2018 15:42
Minggu Depan, 4 ASN Kobar Bakal Divonis

Penasehat Terdakwa Ingin Kasus Diungkap Lebih Jelas

PERSIDANGAN: Suasana di akhir sidang kasus yang menimpa 4 pejabat ASN Pemkab Kobar, dengan agenda pembacaan tanggapan kepada penasehat hukum terdakwa, Senin (12/3) kemarin.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Persidangan kasus pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan milik Brata Ruswanda di Jalan Padat Karya, Gang Rambutan, Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan, yang menjerat 4 pejabat Aparatur Sipir Negara (ASN) Pemkab Kobar, berlanjut Senin (12/3) kemarin. Lahan itu bersengketa setelah digunakan untuk demplot pertanian.

Sebelumnya, pada Senin (5/3) lalu,  sidang tersebut juga digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, dengan agenda pembacaan pembelaan. Sementara pada sidang kemarin, berisi agenda pembacaan pembelaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian direncanakan pada Senin (19/3) minggu depan, sidang akan berisi agenda pembacaan vonis kepada 4 terdakwa.

Usai persidangan, JPU Acep Subhan menyampaikan, pada sidang kali ini pihaknya menyampaikan tanggapan kepada penasehat hukum terdakwa, atas pendapatnya terkait dengan tuntutan pihaknya dalam sidang tersebut. "Kami wajib memberikan tanggapan atas pledoi yang disampaikan oleh penasehat hukum," ujarnya, kemarin. 

Acep menerangkan, inti dari pembacaan pembelaan tersebut bahwa tetap para terdakwa terkait dengan masalah aset yang dimasukkan dalam aplikasi simbada, bertentangan dengan ketentuan. "Pokoknya sesuai dengan fakta replik yang dibacakan tadi," tegasnya. 

Sementara itu, penasehat hukum 4 ASN yang jadi terdakwa, Rahmadi G Lentam menyampaikan pengalamannya saat dirinya mengikuti perkara pidana Plt Rumah Sakit di Muara Teweh, yakni Hj Nuryati di tingkat Pengadilan Negeri (PN), namun di tingkat Mahkamah Agung yang bersangkutan dibebaskan murni. 

"Sangat sederhana pertimbangan majelis hukum mahkamah agung, bahwa jaksa penuntut umum terlalu mencari-cari kesalahan. Membangun repositor dari fakta-fakta yang tumpang tindih, yang justru tidak sesuai dengan fakta persidangan," ungkapnya. 

Rahmadi berharap setelah keputusan perkara ini, jaksa betul-betul memposisikan dirinya sebagai wakil negara. Dirinya menginginkan putusan perkara ini sesuai harapan dari awal, dan diungkap sejelas-jelasnya agar tidak ada lagi oknum yang merampas harta negara dengan memanfaatkan ketidaktertiban administrasi negara. 

"Dengan mendengarkan replik tadi yang sama sekali tidak ada penyadaran dan kering, serta seolah-olah berpihak," tandasnya. (jok/gus)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 18:57

Polsek Bantu Penanganan Warga ODGJ

PANGKALAN BUN- “Kita bantu mengamankan karena khawatir tenaga kesehatan ini…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:17

Desa Ini Ubah Sawah Jadi Tempat Wisata

PANGKALAN BUN -Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:13

Banjir Ternyata Masih Genangi Rumah Warga

PANGKALAN BUN - Sebagian rumah warga di Kelurahan Baru, Kecamatan…

Senin, 11 Oktober 2021 12:01

NGGA SEREM LAGI..!! Bantaran Sungai Ini Bakal Semakin Cantik saat Malam

 Semakin turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memotivasi…

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:41

Jangan Begini kalau Ada Kebakaran, Petugas Pemadam Kesal Tau Ngga..!!?

 Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotawaringin Barat mengeluhkan keberadaan kerumunan warga…

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:31

Ngebut Pakai Motor Gede, Cewek Ini Seruduk Siswi SMP, Malah Khawatirkan Motornya

Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan roda dua terjadi di Jalan…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:05

Arut Utara Terancam Banjir Susulan Lagi

Debit air di kawasan hulu Sungai Arut, Kecamatan Arut Utara,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:04

Jalani Rawat Jalan Setelah Operasi Pemisahan, Si Kembar Boleh Keluar dari Rumah Sakit

Bayi kembar Muhammad Ibrahim dan Muhammad Abdullah kini sudah diperbolehkan…

Senin, 04 Oktober 2021 10:47

Kepedean..!! Motor Curian Dipakai Keliling Perumahan, Bonyok Dihajar Warga

 Satu terduga pelaku pencurian kendaraan yang belum diketahui identitasnya bonyok…

Sabtu, 02 Oktober 2021 10:26

Tak Mampu Bayar Denda, Pemuda Desa Dianiaya, 5 Anggota Perguruan Jadi Tersangka

 Aksi penganiayaan dialami oleh Arut Ariyanto yang dilakukan oleh sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers