SAMPIT – Guna menghidupkan aktivitas di Sungai Mentaya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana mengadakan kembali pasar terapung. Pasar tersebut akan dibangun di sekitar ikon jelawat.
Bupati Kotim Supian Hadi menuturkan, jajanan khas Kotim berupa kue, makanan, dan minuman dapat dijual diatas perahu. Nantinya, di pinggiran ikon jelawat akan dibuat dermaga yang menurun ke tepi sungai.
"Ikon jelawat itu memang belum selesai pembangunannya, sehingga tahun ini diteruskan lagi guna menggeliatkan wisatawan yang susur sungai, akan diadakan pasar terapang,” jelas Supian, Selasa (17/4).
Supian menambahkan, kapal wisata di pelabuhan Habaring Hurung tersebut bukan hanya untuk pejabat, tetapi disediakan untuk umum. Tarifnya disesuaikan oleh pengelola, sehingga siapa saja boleh menggunakannya.
"Saat ini informasinya wisata susur sungai sudah mulai banyak peminatnya. Untuk itu akan ditambah dengan aktivitas pasar terapung sehingga menambah sensasi aktivitas wisata susur sungai yang dilakukan masyarakat,” ujarnya.
Pada dasarnya Pasar terapung sudah ada beberapa tahun lalu. Namun, hanya beberapa pedagang saja dan yang dijual juga merupakan kue tradisional, tetapi saat ini sudah mulai tidak terlihat lagi. Hal tersebutlah yang jadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Bagi pedagang, di awal akan diberikan subsidi, sehingga dipastikan tidak akan rugi jika mereka berjualan di pasar terapung,” ujarnya.
Pasar terapung akan menjadi daya tarik tersendiri, sehingga dipastikan ke depannya akan menjadi ekonomi baru untuk masyarakat. Dengan demikian, ke depannya akan menggeliat dan berkembang dengan sendirinya. (dc/ign)