MANAGED BY:
KAMIS
04 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Minggu, 29 April 2018 00:06
Pemilu yang Semarak dan Anti Hoax Berbasis Transparansi Informasi
Ilustrasi. (net)

Morgan dari perwakilan AJI Bandung menanggapi isu diskusi yang menitikberatkan peran pers dalam menjaga pemilu damai. Bagi AJI, jurnalis pada dasarnya tidak dituntut untuk netral, namun diwajibkan untuk independen dalam menyampaikan berita. Jurnalis tidak dilarang untuk melihat suatu peristiwa dari perspektif tertentu, namun diharamkan membuat berita yang fiktif, dalam arti karangan belaka.

Semua berita yang diproduksi jurnalis harus jelas sumbernya dan valid berdasarkan hasil crosscheck, perkara nanti angel mana yang mau ditonjolkan, itu adalah politik dari medianya masing-masing. Dalam hal ini, AJI melihat bahwa para jurnalis di bawah media mainstream, terutama yang tergabung ke AJI pada dasarnya suda berjalan dalam aturan itu.

Namun celah besar selalu muncul ketika ada oknum jurnalis bekerja tidak professional, mengenyampingkan prinsip dengan membuat berita yang tendensi pada kepentingan kelompok tertentu, yang tujuannya adalah untuk kepentingan pribadi.

Mengenai jurnalisme keberagaman, menurut Morgan itu adalah salah satu keberpihakan dari jurnalis. Dalam hal ini, jurnalisme keragaman adalah keberpihakan jurnalis untuk menegakkan keadilan bagi semua golongan, dengan membantu menerangkan situasi-situasi yang membuat ketidakadilan terjadi, dan dorongan untuk berpihak pada kelompok yang menjadi korban. Terkait dengan aplikasi jurnalisme keragaman dalam pemberitaan pemilu, AJI menilai bahwa praktek itu memang tidak begitu popular karena gaya pemberitaan pemilu pada dasarnya lebih condong mengeksplorasi paslon dan programnya.

Jika menyangkut hoax, posisi berita akan lebih kuat untuk mengkonfirmasi. Saya rasa, sepakat dengan kang Dan dari Komisi Informasi, keterbukaan informasi adalah hal krusial untuk menjaga agar kesapahaman tidak menjadi pembenaran di masyarakat.

Sebab itu, upaya untuk menyediakan informasi yang terbka dan berimbang pada masyarakat adalah hal utama yang harus dilakukan, dalam hal ini, sinergisitas antara unsur bdan publik sebagai penyedia data yang bisa mengklarifikasi hoax dan proses penegakan hukum, media massa yang membantu menyampaikan secara luas, dan aktivis masyarakat yang membantu mensosialisasikan pada masyarakat, termasuk denga mengedukasi masyarakat terkait literasi, akan menjadi suatu kombinasi yang baik untuk memberantas hoax di Indonesia, terutama di tahun-tahun pemilu yang rentan terhadap upaya adu domba yang memecah belah bangsa. (***)

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 22:47

Rudini Ditenggat 60 Hari

<p><strong>SAMPIT </strong>&ndash; Calon bupati Kotim Muhammad Rudini harus menyerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers