SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit memperkirakan kondisi cuaca berpotensi hujan disertai angin kencang. Ini akan terjadi hingga pergantian tahun 2019.
“Secara umum cuaca sekarang hingga pergantian tahun diperkirakan akan berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan perlu waspada terhadap angin kencang yang disertai hujan lebat,” kata Kepala BMKG Kotim Nur Setiawan, Senin (24/12).
Nur mengatakan sejak 22 Desember-25 Desember 2018, terdapat pola tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik utara Papua Barat. Pola angin umumnya bergerak dari barat menuju barat laut di wilayah Indonesia bagian utara dengan kecepatan angin berkisar antara 5-20 knot, sementara di bagian selatan Indonesia angin bergerak dari barat daya- barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi di Laut Sulawesi, Perairan Flores, dan Perairan Kupang, sehingga kondisi ini mengakibatkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah.
Nur mengatakan, kondisi gelombang tinggi di berbagai perairan di Indonesia membahayakan keselamatan nelayan. Nelayan wajib waspada jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang waib waspada jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sementara itu kapal feri harus waspada jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Untuk kapal besar seperti kapal kargo maupun kapal pesiar diimbau tidak berlayar jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4, 0 meter.
“Untuk perahu nelayan diharapkan jangan memaksakan diri melaut. Tetapi untuk kapal penumpang masih aman, namun tetap siaga dan waspada terhadap potensi angin kencang,” imbaunya. (hgn/yit)