SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Rabu, 23 Januari 2019 09:33
Jangan Mudah Terpancing Isu SARA
JAGA TOLERANSI: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengingatkan agar pihak terkait memantau berbagai informasi menyesatkan yang berkaitan dengan SARA, khususnya yang disebarkan melalui medsos.(IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran  mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu menyesatkan yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Apalagi sekarang sudah memasuki tahun politik.

Menurutnya, keragaman di Kalteng tetap terjaga. Karena itu, perlu dijaga agar tidak terpancing isu menyesatkan.

”Di media sosial tidak jarang ditemui informasi yang arahnya justru mengadu domba. Ini yang harus dihindari. Untuk itu, di sini peran masyarakat sangat diperlukan, karena pada dasarnya pemerintah dan kepolisian hanya pengawasan dan penindakan,” katanya, kemarin.

Masyarakat diingatkan bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar. Apabila informasi yang terlihat berpotensi membuat gesekan di tengah masyarakat, sebaiknya tidak perlu disebarkan. Akan lebih baik dilaporkan kepada pihak terikait.

”Kalau mudah terpancing dengan isu menyesatkan, apalagi mengarah pada SARA, itu bisa membahayakan. Untuk itu, apa pun yang disebarkan, masyarakat Kalteng jangan mudah terpancing,” katanya.

Bagi masyarakat, medsos bukan lagi barang baru. Setiap jam informasi yang disampaikan melalui media selalu disuguhkan. Namun, tidak sedikit pula informasi yang disampaikan diragukan.  Mengantisipasi hal itu harus dilakukan semua pihak. Jangan sampai percaya begitu saja, apalagi ikut menyebarkan pemberitaan yang belum jelas sumbernya.

Semakin banyak pihak menangkalnya, isu yang tidak baik tersebut akan tenggelam dengan sendirinya. Karena itu, peran masyarakatlah yang sangat diperlukan. Apabila hanya mengandalkan pemerintah dan kepolisian, diyakini akan kesulitan melakukan antisipasi.

”Jadi, inilah yang harus diantispasi. Masyarakat juga harus ikut. Hal-hal yang bersifat sensitif harus dihindari. Jika dibiarkan terus-terusan akan membuat persoalan di daerah sendiri,” pungkasnya. (sho/ign)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers