MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 18 Mei 2019 09:56
Harga Ikan, Bawang, dan Tiket Pesawat Kerek Inflasi Sampit
MASIH STABIL: Aktivitas salah satu pedagang ikan laut dan sungai di Pasar Tidar, Sampit.(DINTYA AYU PURIKA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Komoditi ikan ternyata menjadi salah satu komoditi penyumbang angka inflasi (kenaikan harga barang) di Kabupaten Kotawaringin Timur pada bulan April 2019 lalu. Hal dicatat dan dihitung oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Seperti diutarakan Pj Kasi Statistik Produksi BPS Kotim Rima Agustina, bahwa harga ikan saat ini masih relatif mahal dan menjadi faktor ke-3 terbesar dari mata rantai penyebab inflasi di Kotim. Selain faktor lainnya, yakni harga   bawang merah,  bawang putih dan tarif Trransportasi angkutan udara.

”Ini dari Index Harga Konsumen (IHK), jadi dari IHK itu ada beberapa komoditas ya, tapi dia punya persentase yang paling besar terhadap penyebab inflasi itu. Jadi sebenarnya selain yang paling besar yang disebutkan tadi, ada lagi komoditi lainnya yang menyebabkan inflasi,” jelasnya. Jum’at (17/5).

Rima melanjutkan, salah satu ikan yang turut andil menjadi penyebab inflasi di Kotim pada bulan April 2019 ini, adalah jenis Ikan Layang, atau masyarakat Kotim sering menyebutnya ikan Lajang, yakni sebesar 0,0792 persen. Dijelaskannya, salah satu faktor yang bisa menyebabkan harga ikan melambung tinggi, karena kekurangan pasokan ikan, sehingga tidak mampu mencukupi permintaan masyarakat yang semakin  tinggi menjelang Ramadan tahun ini.

Pihaknya menilai,  peran distibutor ikan sangatlah penting untuk terus menjaga ketersediaan stok ikan dalam daerah. Setidaknya hal itu bisa menjaga stabilitas harga normal pada komoditi ikan yang banyak di konsumsi masyarakat Kotim.

Ditambahkan Rima, Ikan Selar juga termasuk komoditas yang dicacah dalam Indeks Harga Konsumen (IHK), termasuk Cumi-cumi dan Udang. Meskipun empat komoditi saat ini menjadi penyumbang inflasi di Kotim, namun menurutnya angka inflasi masih dirasa aman, karena belum mencapai 10 persen.

 ”Lokasi kami untuk surevi di lapangan ada beberapa tempat, selain pasar tradisional, ada supermarket, swalayan, dan para pedagang-pedagang besar di Kotim ini,” pungkas Rima. (rm-97/gus)

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:22

Karhutla di Seruyan Hilir Timur, Bupati Ikut Padamkan Api

KUALA PEMBUANG - Bupati Seruyan Yulhaidir turun langsung ke lapangan,…

Kamis, 22 Agustus 2019 08:28

Selamat! 26 Pelatih Ikut Kursus Lisensi D PSSI

SAMPIT – Sebanyak 26 pelatih sepak bola mengikuti kursus kepelatihan…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:54

BURUAN..!!! Bazar Buku Murah Sampit Tinggal Dua Hari Lagi

SAMPIT - Bazar Buku Murah gelaran Cangkir Pustaka Project di…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:45

Pemkab Kotim Dorong Inovasi dan Kreativitas Seni

SAMPIT – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI, Pemerintah Kabupaten…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:41

AWAS..!!! Truk Masuk Kota Bakal Ditindak

SAMPIT – Perbaikan jalan lingkar selatan yang merupakan wewenang Pemerintah…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:01

Musirawas Bina 40 Pelaku Industri Kecil Menengah

SERUYAN - Sebanyak empat puluh pelaku industri kecil menengah (IKM)…

Selasa, 20 Agustus 2019 15:11

Mobil dan Motor Adu Kuat, Bapak dan Anak Diduga Meninggal Seketika

SAMPIT – LN (38) dan RA (3,5), ayah dan satu…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:08

SMPN 1 Sampit Sabet Lima Piala

SAMPIT – Selama Agustus 2019, SMPN 2 Sampit berhasil menorehkan…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:04

Smanda Sampit Jadi Sekolah Terbersih dan Juara Gerak Jalan

SAMPIT – SMAN 2 Sampit menjadi sekolah terbersih kedua dalam…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:34

Terdampak Proyek Drainase, Lalin Harus Diatur

SAMPIT- Adanya proyek besar perbaikan drainase di beberapa ruas jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*