SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PANGKALANBUN

Sabtu, 21 September 2019 08:36
HEROIK..!! Tak Mau Sekolahnya Dilalap Api Karhutla, Lihatlah yang Dilakukan Siswa SD Ini....
BAHAYA: Siswa SMP Satu Atap Kecamatan Kolam saat membantu memadamkan api dengan peralatan manual, saat kebakaran lahan mendekati sekolah mereka, Jumat (20/9).(WARGA/RADAR PANGKALAN BUN)

KOTAWARINGIN LAMA - Kebakaran lahan (Karhan) di Desa Rungun, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendekati  bangunan sekolah SD dan SMP Satu Atap (Satap) Kolam, Jumat (20/9) sekira pukul 10.30 WIB.

Berjarak hanya beberapa meter dari api, membuat sejumlah guru dan murid berhamburan keluar dari kelas. Tidak ada yang mengomando puluhan murid laki - laki segera mengambil ranting yang ujungnya masih terdapat daun sebagai alat untuk memukul (gepyok) api.

Angin yang bertiup kencang, dan material yang terbakar berupa semak belukar kering dengan cepat membuat api semakin besar dan menjalar ke berbagai arah.

Guru - guru sempat khawatir dengan keselamatan peserta didik, lantaran saat menggepyok api posisi bocah - bocah kecil tersebut sangat dekat, dan tidak dilengkapi dengan alat keselamatan, termasuk masker.

“Awalnya api menuju permukiman dan sekolah, yang memadamkan ya murid - murid sekolah, tapi kemudian dibubarkan oleh gurunya dan diambil alih oleh pria dewasa mengingat membahayakan keselamatan mereka,” kata Mely Suryani, Warga Desa Rungun, Kecamatan Kolam.

Menurutnya, kebakaran lahan tersebut sejatinya sudah terjadi sejak kemarin, namun posisinya jauh dari pemukiman warga Desa Rungun. Tapi api kian mendekat dengan permukiman, hanya terhalang oleh parit dan jalan.

Warga menggunakan alat seadanya, mereka beramai - ramai memadamkan api secara manual, namun ada juga yang menggunakan mesin portable dengan jumlah terbatas dan tidak sebanding dengan besarnya api.

Ia juga menceritakan bahwa sebelumnya tidak ada yang melakukan penanganan kebakaran, sehingga api terus merembet kemana - mana, namun setelah mendekati permukiman termasuk mengancam Pustu dan Sekolah Satu Atap, baru ada bantuan armada Damkar dari perusahaan sekitar desa.

“Yang ditakutkan ini adalah sisa material abu yang terbakar (kelatu), yang mampir ke atap rumah warga, atau ke lokasi lahan kosong yang kering, bisa semakin besar kebakarannya, namun sudah ada damkar dari perusahaan yang datang,” ujarnya.

Ia belum bisa memprediksi seberapa luas areal yang terbakar, dan dari mana sumber api tersebut berasal, dan hingga saat ini api masih terus menyala dan mendapat penanganan intensif dari damkar perusahaan. (tyo/sla)

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:10

57 Jamaah Calon Haji Diberangkatkan

<p>PANGKALAN BUN- Sebanyak 57 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kotawaringin Barat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers