MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Kamis, 17 Oktober 2019 14:55
Tunjangan Terpencil Tak Cair, Guru Pedalaman Menjerit
BUTUH PERHATIAN : Ridwan saat akan naik kelotok menuju Desa Kina tempatnya mengabdi sebagai guru.(RIA MEKAR/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Sejumlah guru di desa terpencil di Kabupaten Lamandau mengeluh karena di tahun 2019 ini mereka tidak mendapatkan tunjangan daerah khusus atau terpencil. Padahal lokasi tempat mereka mengajar sangat jauh dari ibukota kabupaten atau tergolong pedalaman.

Seperti yang diungkapkan Ridwan, Kepala SDN Kina ini menjelaskan bahwa di tahun-tahun sebelumnya mereka mendapatkan tunjangan untuk guru-guru yang bertugas di desa terpencil dan tertinggal sebesar satu bulan gaji tiap bulannya. Namun tahun ini nama mereka tidak ada dalam daftar penerima tunjangan tersebut. 

“Ada dua SD yang tahun ini tidak kebagian, yakni SDN Kina sebanyak enam guru dan SDN Jemuat sebanyak lima guru,” bebernya.

Padahal tunjangan tersebut benar-benar sangat dibutuhkan, para guru yang bertugas di daerah yang bisa dibilang pedalaman. Agar mereka tetap betah mengajar di tempat jauh dengan segala keterbatasan yang ada. 

“Bayangkan jarak kami dengan ibukota kabupaten lebih dari 200 kilometer. Dan kami harus mengeluarkan biaya transportasi lebih dari Rp 2 juta pulang pergi kalau mau ke kota. Jalan susah, signal telepon tidak ada, listrik tidak ada,” tutur pria yang sudah mengajar di Desa Kina sejak tahun 1987 ini. 

Ia mengaku mendapat penjelasan dari Dinas Dikbud bahwa ada gangguan server pusat yang menyebabkan data guru-guru tersebut tidak tervalidasi. Sehingga tahun ini sebelas guru tersebut tidak mendapat tunjangan daerah khusus/terpencil. 

“Jika karena alasan tersebut guru menjadi tidak mendapatkan hak nya, maka sangat merugikan guru. Sehingga kami mohon agar ditinjau kembali agar hak-hak kami bisa terbayarkan,” harapnya. 

Ia juga mengatakan bahwa sudah empat kali bolak balik dari desa ke kabupaten untuk mengurus hal ini, namun tidak juga membuahkan hasil. Padahal tidak sedikit biaya yang harus di keluarkannya demi memperjuangkan hak para guru di sekolahnya. (mex/sla)

  


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 13:17

BPJS Jaga Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit

PALANGKA RAYA - Sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan peserta program…

Sabtu, 07 Desember 2019 13:15

Peringati HKSN dan Hari Disabilitas Internasional

PALANGKA RAYA- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Soaial setempat…

Sabtu, 07 Desember 2019 13:04

Pemerintah Harus Serius Tingatkan SDM

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Andrie Elia…

Jumat, 06 Desember 2019 16:28

Rawan Banjir, Polda Kalteng Siagakan Pasukan untuk Evakuasi

PALANGKA RAYA – Peningkatan  curah hujan di wilayah Kota Palangka…

Jumat, 06 Desember 2019 16:23

Bagi Kalteng Putra Tiga Poin Sebuah Keharusan

PALANGKA RAYA – Laga krusial kembali dihadapi Kalteng Putra untuk…

Jumat, 06 Desember 2019 11:25

Mantap..!!!! Tim UKM Sakti UPR Raih Juara Dua

PALANGKA RAYA – Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang tergabung…

Jumat, 06 Desember 2019 11:22

UPR Teken MoU dengan BPKP Kalteng

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan penandatanganan memorandum…

Kamis, 05 Desember 2019 14:26

Duhhh Ngerinya..!!! Ular-Ular Satroni Rumah Saat Banjir

PALANGKA RAYA-Dampak hujan deras hingga menimbulkan banjir di sebagian wilayah…

Kamis, 05 Desember 2019 14:15

KPU Luncurkan Maskot Pilgub 2020

PALANGKA RAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah…

Kamis, 05 Desember 2019 11:26

Pemkot Sigap Atasi Genangan Air

PALANGKA RAYA-Langkah sigap dan cepat dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.