MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Senin, 11 November 2019 17:34
Makam Dua Warga Mendawai Ini Dibongkar

Untuk Otopsi Ulang

OTOPSI : Pembongkaran makan dan otopsi terhadap korban yang meninggal tidak wajar di komplek TPU Sekip Pangkalan Bun Kelurahan Sidorejo Minggu (10/11). (minta blur).(RINDUWAN /RADAR PANGKALAN BUN )

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN- Polres Kotawaringin Barat bongkar makam Subandrio dan Irwansyah alias Dondoi. Pembongkaran makam yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sekip Pangkalan Bun itu dilakukan untuk melakukan otopsi ulang terhadap dua jenazah yang diduga meninggal secara tidak wajar, Minggu (10/11) siang. Otopsi ulang dilakukan untuk menguatkan penyebab kematian korban yang masih misterius. 

Dalam otopsi ulang kali ini, Polres Kobar dan Tim Identifikasi dari Polda Kalteng melibatkan dokter Spesialis Forensik dari Rumah Sakit Umum Doris Sylvanus Palangka Raya. Hasil otopsi ulang ini diharapkan bisa memberikan petunjuk dalam mengungkap penyebab kematian dua warga Kelurahan Mendawai itu. 

Tepat pukul 10.00 WIB dua makam tersebut dibongkar kemudian dilanjutkan untuk otopsi ulang. Pembongkaran makam dan otopsi ulang ini juga sudah mendapatkan izin dari pihak keluarga korban. 

Kepala Satpol Air Polres Kobar Iptu Herbet Simanjuntak mengatakan, sesuai dengan permintaan keluarga korban untuk mengungkap kasus kematian dua korban itu maka dibutuhkan pembongkaran makam.

“Sebenarnya saat dua korban ditemukan langsung di otopsi di rumah sakit. Namun kita lakukan otopsi ulang sebagai pembanding guna memperjelas penyebab kematian dua korban,” kata Herbet Simanjuntak. 

Menurutnya pemeriksaan menyeluruh perlunya dilakukan untuk memastikan otopsi sampai dalam.” Misalnya jika ada luka kekerasan pada korban itu pasti diketahui oleh doktor forensik. Maka perlunya kami lakukan otopsi ulang untuk memberi keterangan yang lebih akurat nantinya,” jelasnya. 

Dengan data yang lebih akurat, lanjutnya akan mempermudah dalam penyelidikan kasus kematian dua warga Kelurahan Mendawai ini. Sehingga pihaknya membutuhkan dukungan banyak pihak termasuk dalam pengungkapan kasus tersebut. 

Selain dilakukan otopsi, juga dilakukan pengambilan sampel dari masing-masing jenazah yang akan di bandingkan dengan sampel dari anak-anak korban. “Hal tersebut kita lakukan, supaya benar-benar akurat. Jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” ucapnya. 

Meski dilakukan otopsi langsung di makam, namun pihaknya belum bisamengungkap secara pasti penyebab kematian korban. Hal itu terjadi karena masih menunggu laporan dari dokter forensik. “Sampai saat ini belum tahu penyebabnya. Kita tunggu satu minggu kedepan untuk perkembangannya. Karena kita masih menunggu data yang akurat,” bebernya. 

Sementara itu Dokter Spesialis Forensik Doris Sylvanus Palangka Raya Ricka Brillianty Zaluchu mengatakan, otopsi dua jenazah tersebut selesai dalam waktu kurang lebih satu setengah jam.   

“Kita sudah melakukan otopsi, tapi belum bisa kita simpulkan. Hasil pemeriksaan ini akan kita rekap dulu dalam waktu satu minggu hingga 10 hari kedepan. Dan hasilnya akan kita serahkan ke pihak Kepolisian,” kata dokter Ricka. 

Menurutnya untuk menyimpulkan penyebab kematian orang tidak boleh tergesa-gesa. Karena butuh pendalaman dari hasil otopsi yang telah dilakukan.

“Ditambah lagi proses pembusukan terhadap orang jenazah yang membuat kita harus benar teliti. Karena untuk jenazah yang pertama meninggalnya kurang lebih sudah satu bulan dan yang kedua belum satu bulan dan bisa dibilang masih mingguan,” jelasnya. 

Kemudian ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa menyebut kedua jenazah itu sesuai nama-nama yang ada. Hal itu dilakukan karena harus melakukan tes DNA guna memastikan identitas korban secara pasti.

“Yang pasti untuk pemeriksaan DNA korban akan kami bandingkan dengan sampel dari keluarga. Dan hasilnya  baru bisa didapatkan satu bulan dari sejak sampel tersebut diserahkan ke Laboratorium DNA Mabes Polri,” katanya lagi.

Terpisah Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng Kompol Sujarot mengatakan, proses otopsi ulang dan pengambilan sampel untuk tes DNA yang dilakukan ini untuk proses penyelidikan dalam rangka mengungkap kasus kematian dua jenazah itu. Karena sampai saat ini penyebab kematian dua korban belum diketahui secara pasti. 

“Maka dibutuhkan otopsi ulang ini untuk memastikan keakuratan data. Kita mohon doanya agar kasus ini bisa cepat terungkap,” pungkasnya. (rin/sla) 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 14:56

Komitmen Tolak Suap, Bea Cukai Canangkan Zona Integritas

PANGKALAN BUN - Bea Cukai Pangkalan Bun canangkan zona integritas…

Kamis, 23 Januari 2020 16:56

Ratusan CCTV Pantau Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN – Ratusan Closed Circuit Television (CCTV) akan dipasang di…

Kamis, 23 Januari 2020 16:46

Lamandau Dilanda Mabuk Durian

NANGA BULIK - Kekayaan alam Kabupaten Lamandau sangat melimpah. Terbukti,…

Kamis, 23 Januari 2020 12:02

Dewan Apresiasi Penataan PKL di Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar mengapresiasi…

Rabu, 22 Januari 2020 21:02

Sejumlah Puskesmas di Kobar Kekurangan Ambulans

PANGKALAN BUN - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Rabu, 22 Januari 2020 14:50

Lima Punk Dilimpahkan ke Dinsos, Punk Lain Serbu Pangkalan Banteng

PANGKALAN BUN - Lima anak punk yang terjaring Satpol PP…

Rabu, 22 Januari 2020 14:47

Damkar Kobar Lakukan Operasi Tangkap Tawon

PANGKALAN BUN - Sepanjang Januari tahun 2020, anggota tim rescue…

Selasa, 21 Januari 2020 14:37

Tiga Ekor Piton Nekat "Sowan" ke Bupati Kobar

PANGKALAN BUN - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran…

Selasa, 21 Januari 2020 14:28

Hindari Yaris, Truk Tabrak Pohon, Lihat Tuh Ulatnya Terlempar

PANGKALAN BUN- Kecelakaan lalu lintas tunggal yang mengakibatkan satu unit…

Selasa, 21 Januari 2020 14:24

Alun-Alun Istana Kuning Jadi Pusat Kuliner

PANGKALAN BUN – Alun-alun Istana Kuning kini menjadi pusat kuliner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers