SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Kamis, 30 Juli 2020 10:38
Sengketa Lahan Kelompok Tani, Polisi Sudah Turunkan Tim ke Lokasi
BERMASALAH: Pengecekan lahan yang jadi sengketa antara Kelompok Tani Simpei Pambelum di Desa Bukit Raya dengan pihak perusahaan yang menggarap lahan mengatasnamakan kebun pribadi.

SAMPIT – Polda Kalteng sudah menurunkan timnya dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) ke lapangan untuk mengecek aktivitas dugaan perambahan kawasan hutan  yang dilaporkan Kelompok Tani Simpei Pambelum di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

”Setelah kami laporkan persoalan lahan yang digarap perkebunan kelapa sawit diduga tanpa izin tersebut, tim Polda Kalteng dari Ditkrimsus sudah turun mengecek lahan itu. Kami sudah menunjukkan lokasi yang dimaksud," kata pengurus kelompok tani, Luji Dewar, Rabu (29/7).

Dia turun bersama sejumlah anggota kelompok tani. Aktivitas penggarapan masih saja terjadi hampir sebulan terakhir ini. Lahan mereka hampir habis tergarap. Di lokasi juga masih dijaga ketat pengamanan yang mengaku berasal dari PT Swadaya Sapta Putra (SSP) yang juga perkebunan besar swasta.

Lahan sekitar 847 hektare milik kelompok tani yang digarap itu diduga kuat dibekingi perusahaan perkebunan dengan berlindung di balik nama per orangan guna menyisati perizinan. Polda Kalteng, kata Luji, turun atas laporan mereka terkait kasus perambahan hutan dan penggarapan lahan tanpa dokumen analisis dampak lingkungan.

Tim turun ke lokasi tersebut, kata dia, langsung didampingi anggota kelompok tani. Bahkan, pihaknya melihat langsung dugaan perambahan hutan tersebut. Alat berat perusahaan saat itu sedang berada di lokasi untuk menghancurkan lahan yang ada.

”Aparat menyaksikannya sendiri lahan itu digarap dengan alat berat. Mereka terkejut saat tengah bekerja datang aparat. Tim turun Selasa (28/7) kemarin," tegas Luji.

Luji yakin ada pidana yang terjadi dalam penggarapan lahan yang mengatasnamakan lahan pribadi. ”Besar harapan kami kasus ini diproses dan ditindak tegas, karena kami turut dirugikan. Lahan kami seluas 846 hektare digarap mereka," tandasnya. (ang/ign)


BACA JUGA

Senin, 28 April 2025 17:16

Tanamkan Daya Juang Anak-Anak

SAMPIT – Sebanyak 151 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten…

Senin, 28 April 2025 17:16

Pererat Sinergi, Wabup Kotim Kunker ke Mempawah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempererat hubungan…

Senin, 28 April 2025 17:15

Kepala Bapenda Kotim Ramadansyah

SAMPIT – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur…

Senin, 28 April 2025 17:15

Bapenda Kotim Optimalkan Pendapatan Daerah

SAMPIT – Upaya meningkatkan pendapatan daerah terus digencarkan Badan Pendapatan…

Jumat, 25 April 2025 12:01

Wabup Kunjungan Kerja ke Pontianak

SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati melaksanakan kunjungan…

Jumat, 25 April 2025 12:00

Simulasi Karhutla Libatkan Ratusan Pelajar

SAMPIT – Ratusan pelajar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ambil…

Jumat, 25 April 2025 12:00

Edukasi Bencana Bentuk Karakter Generasi Tangguh

SAMPIT–Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik pelaksanaan simulasi…

Jumat, 25 April 2025 11:59

BPBD Diminta Libatkan Pelajar dalam Pelatihan Water Rescue

SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong agar pelatihan penyelamatan…

Kamis, 24 April 2025 17:24

Program MBG Tingkatkan Gizi Anak dan Ekonomi Petani

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyatakan dukungannya terhadap…

Kamis, 24 April 2025 17:24

Petani di Lampuyang Perlu Tambahan Pupuk Bersubsidi

SAMPIT –Petani di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers