MANAGED BY:
SELASA
27 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Senin, 01 Maret 2021 17:09
BRUTAL!!! Mafia Tanah Diduga ”Jarah” Ratusan Hektare Lahan Warga
AKSI SPONTAN: Aksi damai puluhan warga pemilik tanah di kawasan Jalan Hiu Putih, Jalan Badak dan Banteng, sebagai bentuk protes terhadap mafia tanah di Kota Palangka Raya, Minggu (28/2).(DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Permainan mafia tanah di Kota Palangka Raya dilakukan secara brutal. Ratusan hektare lahan warga diduga jadi jarahan alias diklaim orang tertentu, yang disinyalir bekerja sama dengan oknum di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemerintah diminta bertindak memberantas para mafia itu, karena dinilai sangat meresahkan.

Saking meresahkannya, puluhan pemilik tanah di kawasan Jalan Hiu Putih, Jalan Badak, dan Banteng, melakukan aksi damai dengan membentangkan berbagai tulisan sebagai bentuk protes, Minggu (28/2), di Jalan Hiu Putih Palangka Raya.

Koordinator sekaligus pemilik tanah, Madi Guning Sius mengaku tak habis pikir dengan permainan mafia tersebut. Sertifikat yang diterbitkan oknum BPN Kota Palangka Raya jumlahnya cukup banyak dan berada di atas tanah warga Jalan Hiu Putih dan Banteng. Pihaknya meminta Presiden maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), agar menyelesaikan persoalan yang terjadi lebih dari dua tahun itu.

”Gimana tidak resah. Oknum yang mengaku tanahnya itu, kalau sesuai dengan suratnya, berada di Jalan Arwana. Tetapi, sertifikatnya terbit di atas tanah warga Jalan Hiu Putih. Kami, masyarakat resah dengan perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab, yang selalu menunjukkan sertifikat hak milik, padahal lokasinya berbeda,” tegasnya.

Madi mengungkapkan, lahan yang diklaim itu merupakan milik orang tuanya dan telah memiliki legalitas berupa surat sejak tahun 1978. Bahkan ada SK-nya. Akan tetapi, justru muncul sertifikat dan diklaim pihak lain.

”Tidak sewajarnya ada sertifikat. Untuk di kawasan Jalan Hiu Putih itu ada sekitar 200 hektare totalnya apabila dihitung, karena letaknya tidak hanya satu tempat. Bahkan, si pemilik tanah yang katanya sudah sertifikat, sama sekali tidak mengetahui siapa saja pemilik batas tanah di depan, belakang, kanan, dan kirinya. Kami akan tetap laporkan persoalan dokumen tanah palsu yang dilakukan oknum BPN tersebut ke polisi," ujarnya.

Madi menambahkan, pihaknya menggelar aksi agar pemerintah bisa turun tangan dan menyelesaikan persoalan tersebut berdasarkan dokumen sah. ”Kami hanya ingin menjaga hak kami dan lahan ini memang kami yang memiliki dengan dokumen sah. Keberadaan mafia tanah ini berbahaya, karena bisa menimbulkan konflik nantinya,” katanya.

Warga Jalan Banteng Umin Duar mengharapkan Presiden, BPN, dan pemerintah daerah peka terhadap persoalan tersebut. Apalagi dalam persoalan itu ada sekitar 500 hektare lahan yang diklaim mafia tanah.

”Tanah ini bukan kami mengambil, namun sudah ada sejak dulu dengan dasar surat garap. Kami resah dengan oknum yang ingin menguasai tanah dengan munculnya sertifikat di atas tanah kami,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPN Kota Palangka Raya Budi saat dikonfirmasi meminta agar menemuinya Senin (1/3) untuk diberikan penjelasan secara utuh. ”Senin, keterangan dari saya dan bertemu langsung agar ada pemahaman yang utuh,” ujarnya melalui pesan singkat. (daq/ign)


BACA JUGA

Senin, 26 September 2022 15:00

Rumah Korban Sering Jadi Wadah Nongkrong

PALANGKA RAYA- Saat kejadian, kondisi situasi sudah lumayan sepi. Gerimis.…

Senin, 26 September 2022 14:59

24 Mata Luka di Tubuh Dua Jenazah

PALANGKA RAYA- Maya langsung meneteskan air mata saat melihat jenazah…

Senin, 26 September 2022 12:37

Saksi Kunci Masih Trauma, Polisi Masih Buru Pelaku Pembantaian Pasutri

PALANGKA RAYA – Aparat Polresta Palangka Raya belum bisa menggali…

Senin, 26 September 2022 12:35
Diharapkan Ungkap Perusahaan tanpa HGU

Pusat Turunkan Tim Gabungan, Audit Perkebunan di Kotim

SAMPIT – Pemerintah pusat menurunkan tim gabungan untuk mengaudit sejumlah…

Sabtu, 24 September 2022 14:16

Pilkada Kotim 2024, Kuat-kuatan Lobi Jaringan Elite

SAMPIT – Mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah tak cukup…

Jumat, 23 September 2022 14:50

Pilkada 2024 di Kotim, Pertarungan Wajah Lama

SAMPIT – Sosok yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah…

Senin, 19 September 2022 10:52
Pelanggan Menunggak Bisa Disebut Kejahatan

Tunggakan Pelanggan PDAM Tirta Mentaya Sampit Capai Rp 4,7 Miliar

Tunggakan pelanggan menjadi persoalan yang kerap dihadapi Perusahaan Daerah Air…

Senin, 19 September 2022 09:28

Akibat Perkebunan Tak Kantongi HGU di Kotim, Merugi Setengah Triliun Per Tahun

SAMPIT – Aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tak mengantongi…

Senin, 19 September 2022 09:26

Ancaman Mematikan di Tengah Air Pasang, Kemunculan Buaya ”Raksasa” Resahkan Warga

SAMPIT – Air sungai yang pasang seiring dengan tingginya curah…

Jumat, 16 September 2022 10:21

Kutuk Keras Perdagangan Anak Pal 12 Sampit

SAMPIT– Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson mengutuk…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers