SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Rabu, 14 April 2021 16:13
Petani Sawit Seruyan Masih Perjuangkan Keadilan

SAMPIT – Petani kelapa sawit asal Desa Ayawan, Kabupaten Seruyan, Abdul Fatah, masih memperjuangkan keadilan untuknya terkait lahan kebunnya yang sempat dipersoalkan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup  dan Kehutanan Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah 1 Palangka Raya.

Kasus itu berawal dari BPPHLHK menyebut 12 hektare kelapa sawit yang sedang ditanam di lahan Abdul Fatah masuk dalam kawasan hutan. Abdul Fattah sempat dijerat secara pidana, namun dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Sampit.

Meski bebas dari tuntutan pidana, sidang gugatan perdata Abdul Fatah terus bergulir di Pengadilan Negeri Sampit. Sarudin, Kepala Desa Ayawan yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, tidak pernah ada yang mempermasalahkan lahan seluas 12 hektare yang kini jadi objek sidang itu.

”Sejak tahun 1979 sampai 2018, tidak ada yang mempermasalahkan lahan itu," kata Sarudin dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Darminto Hutasoit, Selasa (13/4).

Sarudin mengaku tidak pernah tahu kawasan itu masuk areal hutan. Bahkan, dia menyebut, PT Kesuma Perkasa Wana tidak pernah melakukan sosialisasi ke desa bahwa lahan itu kawasan mereka yang masuk sebagai kawasan hutan. ”Jika saya tahu itu kawasan hutan, tidak akan saya keluarkan SPPT itu," tegasnya.

Sarudin menuturkan, lahan itu dikuasai secara turun-temurun oleh orang tua Abdul Hadi. Kemudian dilanjutkan Abdul Hadi dan adik-adiknya. Pada 2018, Abdul Hadi dengan ketiga adiknya menjual lahan tersebut pada Abdul Fatah. Dia sendiri yang mengeluarkan SPPT kala itu.

”SPPT itu 3 atas nama Abdul Hadi dan masing-masing satu SPPT atas nama adiknya Misnawati, Norlaila dan Basuri, di mana satu SPPT itu luasnya dua hektare," tuturnya.

Menurut Sarudin, lahan Fatah tersebut sudah masuk dalam proses program Tanah Obejk Reforma Agraria (TORA). Dia sempat ditanya tergugat soal bukti yang diajukan pihak tergugat tersebut, yakni mengapa surat yang mereka kantongi bukan atas nama Abdul Fatah, melainkan nama istrinya.

”Kalau itu saya kurang tahu. Yang jelas sebelumnya tidak pernah dipermasalahkan. Saat Pak Fatah mengganti sawit sebelumnya baru dipermasalahkan," ujarnya.

Dalam gugatan, Abdul Fatah menuding BPPHLHK melawan hukum. Apabila diperhitungkan dalam isi gugatan, Abdul Fatah mengalami kerugian, yakni membeli tanah tersebut sebesar Rp  87.650.000, biaya pengelolaan lahan dan biaya penanaman kepala sawit yaitu sebesar Rp. 100 juta, sehingga kerugian materil yang timbul akibat perbuatan tergugat sebesar Rp 187.650.000.

Sementara itu, kerugian inmateril yang timbul akibat perbuatan tergugat yang melawan hukum, sebagaimana Pasal 30 Huruf (b), Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan, pihak yang melakukan penangkapan, hingga penahan serta penetapan penggugat sebagai tersangka adalah kerugian moril, penderitaan, serta pelanggaran hak asasi manusia. Apabila dinominalkan sebesar Rp 1,5 miliar. (ang/ign)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2024 17:38

Sepuluh Kali Beruntun Raih WTP

SAMPIT – Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk yang…

Rabu, 22 Mei 2024 12:22

Pentingnya Kolaborasi antara TNI dan Pemkab

SAMPIT - Kolaborasi antara TNI dan pemerintah kabupaten (pemkab) dinilai…

Rabu, 22 Mei 2024 12:21

Ada Delapan Misi dalam RPJPD 2025-2045

SAMPIT - Ada delapan misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah…

Selasa, 21 Mei 2024 17:39

Eksekutif Usulkan Raperda Rencana Pembangunan 2025-2045

SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati menyampaikan pengantar atas…

Senin, 20 Mei 2024 16:58

TP PKK Kotim Tampil Memukau

SAMPIT – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten…

Jumat, 10 Mei 2024 16:26

Ajarkan WBP Budidaya Ikan Ramah Lingkungan

SAMPIT – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pelatihan…

Jumat, 10 Mei 2024 16:25

Kerja Sama Pemkab dan TNI Permudah Masyarakat

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap sinergitas antara…

Rabu, 08 Mei 2024 13:17

Belasan Desa Sebagai Lokus Stunting

SAMPIT - Sebanyak 16 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Rabu, 08 Mei 2024 11:13

Bupati Resmikan Kantor Sekretariat Pokja Bunda PAUD

SAMPIT-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meresmikan Kantor Sekretariat Kelompok Kerja…

Rabu, 08 Mei 2024 11:13

Bupati Terkejut dengan Data Stunting

SAMPIT-Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengaku terkejut dengan data pemerintah pusat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers