MANAGED BY:
KAMIS
20 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 17 Maret 2021 17:11
Warga Sudah Bertekad, Perjuangkan Tanah sampai Pengadilan
PERJUANGAN: Sejumlah warga Jalan Hiu Putih terus memperjuangkan lahannya hingga ke Pengadilan Negeri Palangka Raya.(DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Perjuangan warga Jalan Hiu Putih mempertahankan tanahnya tak hanya dilakukan dengan melakukan aksi. Mereka melawan sampai ke Pengadilan Negeri Kota Palangka Raya.

Penggugat dalam sengketa tanah itu adalah Suratno, Suparno, dan Dilar, sementara pihak tergugat Madie G Sius dan Untung. Pada persidangan pertama, majelis hakim menyarankan kedua belah pihak mediasi lantaran sama-sama ngotot memiliki lahan yang disengketakan.

Selaku tergugat, Madie G Sius menegaskan, tetap akan mempertahankan lahannya walaupun sudah masuk dalam tahapan persidangan perdana. ”Kami selaku warga Jalan Hiu Putih akan tetap mempertahan lahan itu. Tadi sidang perdana, tetapi ditunda pekan depan. Saya sudah siap menjawab apa yang menjadi argumen penggugat,” ujarnya, (16/3).

Medie menegaskan, sudah melaporkan perkara tersebut ke pihak berwajib. Atas hal itu, mereka tetap akan meneruskan sampai berkekuatan hukum tetap, meskipun hakim meminta untuk mediasi.

”Penggugat punya sertifikat, namun jangan juga mengandalkan sertifikat. Sebab, apa yang menjadi objek penggugat itu berbeda. Letak tanah di Jalan Arwana, sementara yang disengketakan di Jalan Hiu Putih. Maka itu, aksi kami kemarin dilakukan agar pemilik sah dilindungi,” katanya.

Medie melanjutkan, perkara tersebut sudah tiga kali dilalui dalam persidangan sejak 2014 lalu. Berdasarkan keputusan pengadilan, dia bersama warga lain berhak memiliki lahan yang disengketakan.

”Sudah tiga kali berperkara tentang sertifikat ini. Dulu 2014 dan 2015. Sekarang 2021 muncul tentang tanah dan jalan yang sama. Padahal, putusan pengadilan sudah ada, bahwa kami pemenangnya. Makanya itu, akan kami ikuti hingga memiliki keputusan lain. Kami optimistis lahan yang digugat milik kami,” ujarnya.

Mede menambahkan, masyarakat Jalan Hiu Putih, Badak, dan Banteng tetap menolak sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas nama orang lain di atas lahan mereka.

”Penolakan didasari dengan masih ditetapkannya Jalan Banteng dan Hiu Putih sebagai kawasan hutan produksi konversi (HPK), sehingga tidak dimungkinkan penerbitan sertifikat oleh BPN. Tetapi, anehnya ada program Tora (Tanah Objek Reforma Agraria),” pungkasnya. (daq/ign)



BACA JUGA

Rabu, 19 Januari 2022 09:22

Di Kalteng, Yang Miskin di Kota Bertambah, di Desa Malah Berkurang

Secara umum kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, dalam periode Maret…

Selasa, 18 Januari 2022 10:32

Kades Kinipan Ditahan, Warga Melawan, Polisi Beri Jawaban Ini

Kepolisian Resor (Polres) Lamandau resmi menahan Kepala Desa Kinipan Wilem…

Selasa, 18 Januari 2022 10:15

Koruptor yang Jadi PNS di Kalteng Itu Punya Rekam Jejak Buruk

Koruptor yang sukses menjadi PNS di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah,…

Selasa, 18 Januari 2022 10:11

Duit Rp2,1 Triliun, untuk Benahi Infrastruktur Kalteng Hingga 2024, CUKUP...??

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyatakan, Pemerintah Provinsi Kalteng…

Senin, 17 Januari 2022 09:56

ANEH BIN AJAIB..!! Buron 16 Tahun, Ternyata Mantan Kades di Jateng Ini Jadi PNS di Kalteng

Mantan Kepala Desa Ringinharjo, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) Muchammad Bachtiar…

Senin, 17 Januari 2022 09:50

Anggap Pembungkaman Perjuangan Warga, LBH Palangka Raya Pertanyakan Penahanan Kades Kinipan

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka Raya mempertanyakan, langkah penahanan Kepala…

Senin, 17 Januari 2022 09:41

Begini Kisah Ikatan Batin Buaya dan Manusia di Cempaga

Tiga dekade lebih keluarga Nur Fitriana menjalin hubungan yang intens…

Jumat, 14 Januari 2022 10:47

Pencabutan Izin Berpotensi Munculkan Konflik, Warga Bisa Terjebak Kuasai Lahan Perusahaan

Pencabutan sejumlah izin konsesi di sektor kehutanan berpotensi menimbulkan konflik…

Jumat, 14 Januari 2022 10:31

Ayah Tiri Biadab..!! Bawa Lima Temannya Perkosa Anak

Kalimantan Tengah saat ini dalam kondisi darurat perlindungan anak dan…

Rabu, 12 Januari 2022 01:00

Lokalisasi Pal 12 Diam-Diam Beroperasi, Sssttt...Katanya Ada Perempuan Muda Cantik

Keputusan pemerintah menutup lokalisasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 12…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers