MANAGED BY:
SELASA
27 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Senin, 08 Maret 2021 09:04
PANASS!!!! Warga, Anggota Dewan, dan Pihak Perusahaan Nyaris Bentrok di Lahan Sengketa
BERSITEGANG: Pihak perusahaan PT KMA dengan warga Desa Pahirangan dan Desa Tangkarobah, serta legislator DPRD Kotim, bersitegang di lahan sengketa, Sabtu (6/3) lalu.(IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Konflik antara perusahaan perkebunan PT Karya Makmur Abadi (KMA) dengan warga Desa Pahirangan dan Desa Tangkarobah yang tergabung dalam Koperasi Garuda Maju Bersama (GMB) kian memanas. Bahkan, nyaris terjadi bentrok antara warga dan keamanan pihak perusahaan tersebut.

Ketegangan itu terjadi Sabtu (6/3) lalu di areal yang dipersoalkan. Lahan tersebut merupakan areal yang diklaim koperasi sekitar 1.083 hektare. Bentrokan nyaris terjadi lantaran pihak perusahaan memaksa melakukan aksi panen di lahan yang tengah diduduki warga dua desa tersebut.

Ketua koperasi GMB Gustav Jaya mengatakan, pihaknya tetap mempertahankan lahan tersebut sesuai diktum kelima yang tertuang dalam surat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 73 Tahun 2016.

”Dalam situasi apa pun, masyarakat yang tergabung di dua desa ini akan tetap mempertahankan haknya meski perusahaan bersikeras tetap melakukan aktitasnya,” tegasnya.

Selain warga setempat, anggota DPRD Kotim Muhammad Abadi juga ikut berdebat dengan pihak manajemen perusahaan. Abadi merupakan legislator yang sejak awal berpihak kepada kepentingan dua warga desa tersebut. Bahkan, dia bersama warga melakukan klaim dan pemortalan areal kebun PT KMA.

”Saya bagaimanapun akan berpihak pada kepentingan warga, karena klaiman ini ada dasar hukumnya. Bukan asal klaim begitu saja. Kasihan warga selama ini dibikin seperti itu oleh perusahaan,” tegasnya.

Dia menambahkan, masyarakat Desa Pahirangan dan Desa Tangkarobah tetap menjaga ketat lahan sengketa tersebut. Bahkan, sempat bersi tegang dengan PT KMA. ”Yang penting jangan bikin adu domba masyarakat dengan aparat. Saya tegaskan ke warga, jangan anarkis. Jangan brutal di lapangan, karena bisa dipidanakan. Mereka hanya menuntut haknya yang dilindungi negara,” ujarnya.

Warga dua desa tersebut berpegang pada perjanjian (MoU) dengan perusahaan, bahwa lahan tersebut akan jatuh ke tangan masyarakat apabila PT KMA tidak merealisasikan plasma. Lahan tersebut sebelumnya akan digunakan untuk membangun pola kemitraan dengan Desa Tangkarobah dan Pahirangan. Namun, dalam prosesnya, plasma belum juga terealisasi. (ang/ign)

 


BACA JUGA

Senin, 26 September 2022 15:00

Rumah Korban Sering Jadi Wadah Nongkrong

PALANGKA RAYA- Saat kejadian, kondisi situasi sudah lumayan sepi. Gerimis.…

Senin, 26 September 2022 14:59

24 Mata Luka di Tubuh Dua Jenazah

PALANGKA RAYA- Maya langsung meneteskan air mata saat melihat jenazah…

Senin, 26 September 2022 12:37

Saksi Kunci Masih Trauma, Polisi Masih Buru Pelaku Pembantaian Pasutri

PALANGKA RAYA – Aparat Polresta Palangka Raya belum bisa menggali…

Senin, 26 September 2022 12:35
Diharapkan Ungkap Perusahaan tanpa HGU

Pusat Turunkan Tim Gabungan, Audit Perkebunan di Kotim

SAMPIT – Pemerintah pusat menurunkan tim gabungan untuk mengaudit sejumlah…

Sabtu, 24 September 2022 14:16

Pilkada Kotim 2024, Kuat-kuatan Lobi Jaringan Elite

SAMPIT – Mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah tak cukup…

Jumat, 23 September 2022 14:50

Pilkada 2024 di Kotim, Pertarungan Wajah Lama

SAMPIT – Sosok yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah…

Senin, 19 September 2022 10:52
Pelanggan Menunggak Bisa Disebut Kejahatan

Tunggakan Pelanggan PDAM Tirta Mentaya Sampit Capai Rp 4,7 Miliar

Tunggakan pelanggan menjadi persoalan yang kerap dihadapi Perusahaan Daerah Air…

Senin, 19 September 2022 09:28

Akibat Perkebunan Tak Kantongi HGU di Kotim, Merugi Setengah Triliun Per Tahun

SAMPIT – Aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tak mengantongi…

Senin, 19 September 2022 09:26

Ancaman Mematikan di Tengah Air Pasang, Kemunculan Buaya ”Raksasa” Resahkan Warga

SAMPIT – Air sungai yang pasang seiring dengan tingginya curah…

Jumat, 16 September 2022 10:21

Kutuk Keras Perdagangan Anak Pal 12 Sampit

SAMPIT– Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson mengutuk…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers