MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 10 Oktober 2020 10:09
Pemasaran Kerajinan Rotan masih Seputaran Lokal
POTENSIAL: Pembuatan kerajinan tangan oleh warga lokal, dengan bahan utama dari rotan, dan sejauh ini hanya dipasarkan di Sukamara dan sekitarnya.(Fauzi/Radar Sampit)

PROKAL.CO,

SUKAMARA – Rotan menjadi salah satu hasil bumi di Kalimantan. Namun semakin berkurangnya kawasan hutan karena pembukaan areal perkebunan maupun kebakaran hutan,  membuat keberadaan komoditas “tali hutan” ini kian berkurang.  Saat ini di wilayah Sukamara, masih ada warga yang menanam dan memelihara rotan dan hasilnya digunakan untuk keperluan kerajinan lokal.   

Pemanfaatan rotan ini masih dilakoni sebagian warga Sukamara. Beberapa warga menekuni kerajinan pembuatan bahan mentah rotan menjadi bahan jadi untuk dipasarkan, seperti bakul, tas, tikar, tangkalang, tangguk hingga sandal. Namun sayangnya, jangkauan pemasaran kerajinan tangan masih sebatas lokal Sukamara.           

Salah seorang pengrajin anyaman rotan di Desa Karta Mulia Kecamatan Sukamara Tiyoi menceritakan,  sudah cukup lama ia melakoni kerajinan tersebut, sehingga teknik dan waktu pengerjaan pembuatan sudah faham. Misalnya pembuatan Tangkalang dan Tangguk biasanya memerlukan waktu 2 hari. Tangkalang dan tangguk yang dibuat dijual kepada warga sekitar. 

”Harga Tangkalang dijual Rp 100 Ribu dan peminat alat tangkap ikan ini cukup banyak. Biasanya warga yang ingin membeli pesan terlebih dahulu,” cerita Tiyoi. 

Hasil dari penjualan kerajinan tangannya tersebut, meski tidak banyak namun cukup membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Apalagi ketika musim ikan bermunculan seperti sekarang ini, banyak warga yang datang membeli ke tempatnya.”Sekarang musim ikan sungai, banyak yang datang membeli tangkalang dan tangguk,” tukasnya. 

Sementara tu, salah seorang warga mengaku membutuhkan tangguk untuk mencari udang-udang kecil di sungai sebagai umpan udang besar. Tangguk buatan Tiyoi cukup bagus dan kuat serta tahan lama jika dibandingkan menggunakan penangkap ikan berbahan plastik. 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 21:07
Sosial

PWI Kobar Serahkan Bantuan Banjir

PANGKALAN BUN - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:49

PBS Belum Perbaiki Jalan Bakal Ditagih

PANGKALAN BUN- Sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) telah terlibat pembangunan…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:41

Warga Antusias Saksikan Lomba Dayung

PANGKALAN BUN- Ribuan warga di sekitar Kota Pangkalan Bun  memadati…

Sabtu, 24 Oktober 2020 09:21

Tim Pemenangan Ajak Ciptakan Pilkada Damai

PANGKALAN BUN – Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan…

Jumat, 23 Oktober 2020 18:55

Tingkatkan Imun Tubuh Dengan Olahraga

NANGA BULIK - Banyak cara dilakukan untuk mengkampanyekan kebiasaan baru…

Jumat, 23 Oktober 2020 17:37

Program Konsorsium Jadi Andalan Kobar

PANGKALAN BUN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin…

Jumat, 23 Oktober 2020 17:13

Kasus Covid-19 Terendah di Kalteng, Lamandau Siapkan Pembukaan Sekolah

NANGA BULIK - Sudah sebulan lebih posisi Kabupaten Lamandau berada…

Jumat, 23 Oktober 2020 16:59

Keluarga dan Lingkungan Kunci Sukses Isolasi Mandiri

PANGKALAN BUN - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinas Kesehatan…

Jumat, 23 Oktober 2020 12:20

BNN Kobar Musnahkan Dua Ons Sabu-Sabu

PANGKALAN BUN –Badan Narkotika Nasional Kotawaringin Barat (Kobar) musnahkan dua…

Jumat, 23 Oktober 2020 10:50

Korintiga Serahkan Jalan Konsorsium

PANGKALAN BUN - PT Korintiga Hutani merampungkan pembangunan jalan konsorsium…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers