SAMPIT-- Kegiatan bazar yang digagas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan, mampu menggerakkan kembali perekonomian ditengah pandemi Covid-19, yang masih melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Suparmadi mengatakan, bazar UMKM Jelawat yang dilaksanakan di samping Pasar Eks Mentaya, Jalan Ahmad Yani Sampit, pada 16 - 17 Januari 2021 kemarin di fasilitas oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).
"Harapannya kegiatan bazar UMKM Jelawat ini bisa membantu menggerakan ekonomi masyarakat, agar tetap bertahan dan maju ditengah pandemi Covid-19," sebut Suparmadi yang hadir pada kegiatan tersebut.
Disebutkannya, jika selama ini pelaku UMKM juga turut terdampak Covid-19, sehingga para pelaku UMKM harus memutar otak agar penjualan produknya dapat tetap berjalan, salah satunya adalah dengan melakukan pemasaran secara online.
"Selama pandemi Covid-19 mereka mencoba tetap bertahan, pemasaran produk mereka lakukan melalui online," sebutnya.
Lebih lanjut, melalui bazar UMKM turut membantu pemasaran produk - produk lokal UMKM Kotim, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat luas, pihaknya juga berupaya agar pemasaran produk pelaku UMKM bisa masuk ke pasar modern, seperti supermarket ataupun mal.
"Saya harap tidak hanya disini, tapi dapat digelar secara periodik melalui dinas terkait agar kegiatan serupa dapat terus berjalan," tandasnya.
Puluhan pelaku UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan bazar tersebut, diantaranya UMKM Harati Berkah, API UMKM Kotim, Akumandiri Kotim, Perwira, Gemawira Kalteng 2, UMKM Muslimat NU, DPD KNPI Kotim, PKBM Harati, Wanita Islam Al Akhirat, Kedai Kreatif Pemuda serta Komunitas Hidroponik.
Sementara itu, Irma salah satu pelaku UMKM menyebut jika selama pandemi Covid-19 ini, penjualannya turun hampir 60 persen, sehingga dirinya mengapresiasi dengan adanya kegiatan bazar UMKM Jelawat tersebut.
"Menyambut bahagia kegiatan ini karena melalui kegiatan ini bisa memperkenalkan produk," sebutnya.
Diakuinya untuk menyiasati turunnya penjualan para pelaku UMKM, lebih banyak melakukan pemasaran secara online, bahkan mereka bersedia mengantarkan pesanan pelanggan kerumah masing - masing secara gratis.
"Selama ini pemasaran diakukan melalui media sosial. Siasati sistem antar ke rumah pemesan karena mereka senangnya seperti itu, walaupun menguras tenaga, tapi daripada tunggu saja tidak laku jadi mending antar ke rumah," ungkapnya.
Sementara itu, Rahmat Koordinator Bazar UMKM Jelawat Rahmat Noor menyebut, sudah hampir satu tahun pelaku UMKM tidak menggelar kegiatan bazar UMKM, hal tersebutlah yang melatarbelakangi pihaknya menggagas kegiatan tersebut.
"Ini merupakan langkah awal yang difasilitasi oleh Disperdagin, sebagai salah satu awal penggerak UMKM, promosi produk olahan UMKM Kotim, berterimakasih kepada pemerintah karena sudah memfasilitasi jalannya kegiatan ini," tutupnya. (yn/dc)