MANAGED BY:
MINGGU
01 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Jumat, 29 Januari 2021 14:20
Panen Perdana Enam Ton Padi di Lahan Gambut
PANEN : Kepala Badan BRGM-RI Hartono Prawiraatmadja, bersama pejabat Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar panen raya perdana, sekaligus melihat langsung penggilingan gabah di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau.(DODI/RADARPALANGKA)

PROKAL.CO,

PULANG PISAU – Ekspektasi  Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM-RI), untuk mendongkrak pendapatan dan hasil panen melimpah untuk masyarakat bisa dibuktikan. Ini setelah secara resmi Kepala Badan BRGM-RI Hartono Prawiraatmadja bersama, pejabat Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar panen raya perdana di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau.

Panen perdana padi tersebut jika dikalkulasi mencapai lima sampai enam ton, dengan luasan 40 hektare dari lahan seluas 121 hentare, dengan masa tanam dari Oktober 2020 sampai Januari 2021, yang dikelola oleh kelompok tani setempat, dengan tujuan mendukung ketahanan pangan sesuai program langsung presiden RI Joko Widodo.

"Untuk kualitas padi yang ditanam diareal gambut seluas 121 hektare, dan dipanen hanya 40 hektare hasilnya lumayan bagus. Nah ini panen padi perdana di areal gambut, artinya ini di luar ekspektasi, luar biasa keberhasilannya. Andai tak terkendala bisa mencapai delapan ton,” ujar Hartono, saat ditemui di Desa Talio Hulu.

Dia menyampaikan bahwa mulai penanaman padi Desa Talio Hulu, yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian warga setempat serta menjadikan kawasan setempat, lumbung pangan terlambat atau telat waktu penanamannya. Sehingga dengan keterlambatan waktu itu, sebagian hasil padi yang ditanam bersumber dari DIPA Anggaran Pendapatan Belanja Pusat (APBN) belum optimal.

“Ini akibat curah hujan yang cukup ekstrem serta genangan air yang cukup tinggi di kawasan lahan persawahan, sedikit mengganggu kualitas padi tersebut. Panen padi dari lahan 40 hektare ini, belum sempurna, karena adanya gangguan dan serangan penyakit sehingga tidak sempurna hasilnya,"  jelas Hartono.

Lanjut dia, meskipun demikian dalam panen padi perdana bisa dikatakan bagus, dan sudah termasuk  baik, biasanya kalau panen perdana sulit mencapai angka atau capaian enam ton.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 19 Juli 2021 01:54

Sarankan Masyarakat Salat Id di Rumah

KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong…

Sabtu, 17 Juli 2021 13:13

Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah

KUALA KAPUAS – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas menyampaikan update…

Jumat, 16 Juli 2021 11:22

Operasi Yustisi Sasar Pasar Tradisional

KASONGAN – Tim gabungan terus berupaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan…

Kamis, 15 Juli 2021 13:59

Penerapan PPKM Harus Persuasif

PALANGKA RAYA– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta aparat…

Kamis, 15 Juli 2021 13:53

Semua Desa di Kalteng Dialiri Listrik di 2024

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mendukung…

Sabtu, 10 Juli 2021 12:02

Belasan Kades Pelajari BUMDesma

KUALA KURUN – Beberapa waktu lalu, 13 Kepala Desa (Kades)…

Selasa, 06 Juli 2021 19:16

Kembali Wajib PCR di Lintas Perbatasan

– Masuk ke wilayah Kalimantan Tengah melalui jalur darat kembali…

Jumat, 02 Juli 2021 16:33

Jual Soda Kue Palsu, Tiga Pendatang Ditangkap

PULANG PISAU – Tiga orang pelaku pemalsuan soda kue ditangkap…

Jumat, 02 Juli 2021 16:30

Gerai Vaksin Polres Dipadati Warga

KUALA KURUN – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) turut…

Kamis, 01 Juli 2021 19:54

Waspadai Debit Air Sungai Kahayan

PALANGKA RAYA – Beberapa hari terahir,  debit air Sungai Kahayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers