MANAGED BY:
JUMAT
23 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 17 Februari 2021 12:02
Tambang Emas WNA Tiongkok Masih Beroperasi
KAWASAN TAMBANG : Satu dari tiga alat berat yang diinformasikan terlihat masih beroperasi di kawasan tambang emas yang diduga dikelola oleh WNA di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kobar, Minggu (14/2).(ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO,

PANGKALAN BUN - Lokasi pertambangan emas yang diduga dikelola oleh beberapa Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diketahui masih beroperasi dengan bebas. 

Padahal berdasarkan informasi dari lima orang WNA Tiongkok yang mengelola dan bekerja di tambang itu, empat diantaranya sudah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan Kepolisian. Penangkapan empat WNA yang diduga hanya mengantongi visa kunjungan itu merupakan buntut pengamanan 15 orang penambang emas lokal. 

Salah seorang penambang emas yang tidak mau disebutkan identitasnya menceritakan, dua hari lalu (Minggu, 14 Februari 2021) ia sempat menembus kawasan pertambangan milik WNA Tiongkok tersebut. Saat disambangi, entah beberapa pekerja langsung melarikan diri, mereka diduga ketakutan, termasuk satu orang WNA Tiongkok yang mencoba kabur. 

“Saya lihat aktivitas masih berlangsung di lokasi tersebut, suara mesin dan satu alat berat masih bekerja,” ujarnya, Selasa (16/2). 

Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi tambang sekitar lima hektare itu berada di balik sebuah bukit dalam kawasan hutan dengan jarak sekitar enam kilometer dari Jalan Poros Mengkahing. Sekitar 500 meter sebelum mencapai tambang tersebut, terdapat blokade menggunakan tebangan pohon-pohon dan jalan diputus dengan galian ekscavator. 

Hal ini semakin meyakinkan masyarakat setempat bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan pertambangan yang tidak berizin dan harus mendapat perhatian aparat penegak hukum. “Logikanya kalau tidak ada masalah baik izin tinggal WNA dan lokasinya, kenapa harus disamarkan wilayahnya. Di pasang pohon-pohon dan jalan diputus dengan alat berat, bahkan dari tiga alat berat dua diantaranya disembunyikan jauh dari kawasan tambang,” ungkapnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:10

57 Jamaah Calon Haji Diberangkatkan

<p>PANGKALAN BUN- Sebanyak 57 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kotawaringin Barat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers