MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 17 Februari 2021 16:54
Dewan Usir Legal PT KMA
Suasana rapat dengar pendapat di DPRD Kotim, dalam pertemuan itu legal PT KMA diusir keluar karena tidak mengerti permasalahan.(RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT - Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terkait permasalahan PT Karya Makmur Abadi (KMA) dengan Koperasi Garuda Bersama berakhir tanpa  ada kesepakatan. Bahkan, Legal  PT KMA Yasmin di usir dari ruang rapat. Pasalnya  saat ditanyakan terkait Hak Guna Usaha (HGU),  Yasmin tidak bisa menjawab. 

"Dalam undangan kami yang wajib hadir itu yang bisa memberi keputusan. Kalau yang hadir cuma kroco-kroconya, ditanya tidak bisa menjawab, tidak mengerti, apa gunanya? Jadi besok lagi kalau RDP, yang datang itu harus yang bisa memberi keputusan," ujar Sutik  kemarin(16/2).

Dikatakan Sutik, perusahaan harus mengirim orang yang bisa mengambil keputusan agar jangan mengambang dan selalu beralasan akan disampaikan kepada pimpinan.

"Terus kapan selesainya masalah ini, keluhan masyarakat tidak akan bisa selesai kalau begitu. Kalau ada yang memberi keputusan di sini, pasti cepat selesai. Masalahnya pun tidak susah kalau perusahaan punya niat baik," tegasnya.

Sutik mengatakan, perusahaan mengirim perwakilan yang tidak mengerti apa-apa. "Yang dikirim tidak mengerti masalahnya. Wajar saja saya suruh keluar kalau tidak mengerti, apapun untuk masyarakat saya perjuangkan," ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kotim Agus Seruyantara yang memimpin rapat menyatakan RDP ditunda sampai perusahaan bisa memberikan kejelasan.

”Walaupun ada kuasa hukumnya, tapi tetap tidak bisa memberikan jawaban. Jadi hari ini belum ada kesimpulan," ungkapnya.

PT KMA meminta waktu tiga hari dan akan segera mengabari Komisi I. Setelah itu,  Komisi I akan menjadwalkan RDP lanjutan.

Mantan Kepala Desa Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, M Abadi mengatakan bahwa saat dirinya menjadi kepala desa tidak mau tanda tangan izin PT KMA sebelum ada tim dari pemerintahan yang turun untuk mengecek titik koordinat.

"Bisa saya pastikan bahwa SK Hak Guna Usaha (HGU) PT KMA ini tidak sesuai prosedur. Karena saya sudah pernah mengatakan untuk melakukan pengecekkan titik koordinat PT KMA, namun tidak ada BPN atau pemerintah yang datang," ungkapnya 

Menurutnya, saat audit tahun 2011, lahan itu ada temuan. Namun saat itu pihak perusahaan menawarkan jangan dipermasalahkan dan sebagai gantinya akan diberikan lahan plasma.

"Kewajiban plasma 20 persen tidak direalisasikan, kemarin memang ada perjanjian damai namun perjanjian damai itu bukan berarti lahan plasma 20 persen itu ditiadakan. Itu sudah kewajiban mereka," tegasnya.

Kepala Desa Pahirangan M Wanson menambahkan, permasalahan sebenarnya terkait pencadangan lahan untuk Koperasi Garuda Maju Bersama."Jika selama 18 bulan sejak perjanjian dikeluarkan lahan untuk koperasi ini tidak dapat pelepasan kawasan hutan dari Kementrian Kehutanan, maka PT KMA harus menyerahkan sebagian lahan yang di dalam HGU sebesar  1.080,73 hektare untuk warga yang menjadi anggota koperasi," ungkap Wanson.(ang/yit)


BACA JUGA

Minggu, 19 September 2021 11:05

OOH DASAR MALING..!! Karyawan Bersekongkol Curi Barang Perusahaan

Hairul (22) dan Ahmad Yani (25) ditangkap polisi karena mencuri…

Jumat, 17 September 2021 11:49

Pelamar CASN Diminta Isolasi Mandiri Dua Pekan

Guna mencegah terjadi penularan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Jumat, 17 September 2021 11:44

DUH DERITANYA..!! Cuaca Ekstrem Masih Ancam Kalteng Sepekan ke Depan

Anomali cuaca mulai mewarnai Tanah Air menjelang paruh akhir bulan…

Kamis, 16 September 2021 13:49

Kasihan..!! Orang Utan Kelaparan, Cari Makan di Kebun Warga

 Kebun warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka…

Kamis, 16 September 2021 12:21

Giliran Sampit-Pangkalan Bun Terancam Banjir

KUALA PEMBUANG – Bencana banjir belum berhenti melanda Kalimantan Tengah…

Kamis, 16 September 2021 11:28

Curah Hujan Diprediksi Meninggi, Banjir di Palangka Raya Berpotensi Meluas

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengingatkan warga Kota Palangka…

Rabu, 15 September 2021 12:23

Gubernur Tinjau Banjir, Makan Mi Goreng Telur Rebus, Promosi Objek Wisata Danum Bahandang

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran belakangan ini sibuk mengunjungi lokasi…

Rabu, 15 September 2021 12:21

Ancam Pakai Parang dan Bacok Korban, Pelaku Bilang Begini...

Miming mengejar rekannya Ratnah dengan sebilah parang hingga menyeretnya ke…

Selasa, 14 September 2021 10:58

GAWAT INI..!! Buaya Petantang-Petenteng di Lokasi Banjir

Belum usai penderitaan warga akibat banjir di Desa Kumpai Batu…

Selasa, 14 September 2021 10:57

Geng Motor Keroyok Warga, Tangkap Semuanya..!!

orban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok geng motor anarkis, Selamet Riyadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers