MANAGED BY:
JUMAT
23 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Selasa, 23 Februari 2021 17:29
Perkara Bakar Lahan, Pemodal Melenggang Bebas, Petani Malah Dihukum Berat
ILUSTRASI.(RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Lolosnya korporasi dari jerat hukum kasus kebakaran hutan dan lahan dinilai sebagai cermin timpangnya keadilan hukum. Kondisi demikian bisa berdampak buruk bagi penegakan hukum kasus lingkungan di Kalimantan Tengah. Pemodal bisa melenggang bebas meski lahannya terbakar, sementara masyarakat kecil harus menerima hukuman dalam kasus yang sama.

”(Putusan) itu mencederai keadilan dan berdampak buruk. Sebab, akibat dampak karhutla mutu udara tidak sehat. Anehnya, hakim malah menyatakan tidak ada unsur kelalaian dan terjadi karena bencana alam. Padahal, menurut kami itu pandangan keliru, karena jika tak lalai dan tak membiarkan meluas, maka tidak terjadi hal itu,” kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka Raya Aryo Nugroho, Senin (22/2).

Aryo merespons putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun yang memvonis bebas PT Kumai Sentosa dalam kasus karhutla pada sidang 17 Februari lalu. Dalam pertimbangannya, hakim menilai kebakaran tersebut merupakan bencana alam yang berasal dari luar PT Kumai Sentosa, yaitu dari Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Majelis Hakim menganggap PT Kumai Sentosa sebagai korban yang sudah berusaha mengantisipasi dalam mencegah dan berusaha memadamkan kebakaran dengan sarana dan prasarana memadai. Namun, karena angin yang terlalu besar, api sulit dipadamkan, walaupun dibantu warga dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dengan helikopter pemadam.

Menurut Aryo, keputusan itu menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum lingkungan dan mencederai keadilan. Pada 2019, di PN Pangkalan Bun, ada 17 kasus terkait karhutla yang melibatkan masyarakat hukum yang dijatuhi vonis bersalah. Namun, ketika kasus itu berkaitan dengan korporasi, justru lolos dari hukum.

”Putusan itu sangat berbeda jauh dengan putusan lainnya, khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat. Saat yang menjadi terdakwanya masyarakat, diputus bersalah dan mendapatkan vonis hukum penjara,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 April 2021 16:17

Sembilan Titik Ditimbun Agregat

SAMPIT – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten…

Jumat, 23 April 2021 16:14

Pabrik Miras Ilegal Terungkap, Ternyata Campuran Arak Gunakan Air Comberan

SAMPIT – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim)…

Jumat, 23 April 2021 11:06
Terkait Galian C llegal di Desa Bukit Raya

Warga Gugat Perusahaan Tambang, Masuk Wilayah Penambangan, Tak Bisa Kelola Lahan

SAMPIT – Dua warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu,…

Rabu, 21 April 2021 16:23

Jalur Laut Minta Waktu Sepekan

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat meminta perpanjangan waktu…

Rabu, 21 April 2021 16:18

Dugaan Korupsi Kasus Sumur Bor Tak Terbukti, Jaksa Pastikan Banding

PALANGKA RAYA – Raut bahagia terlihat jelas di wajah Arianto.…

Selasa, 20 April 2021 15:16

Antisipasi Kehancuran Jalan, Pemkab Cari Solusi Polemik Truk Logistik

SAMPIT – Pembatasan angkutan truk masuk Kota Sampit merupakan upaya…

Senin, 19 April 2021 17:17

Masuk Kalteng Wajib PCR, Warga Keberatan

PANGKALAN BUN – Kebijakan wajib pemeriksaan Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction…

Jumat, 16 April 2021 16:45

Polemik Tambang Kian Rumit

SAMPIT – Polemik tambang galian C Ilegal di Desa Bukit…

Jumat, 16 April 2021 16:44

Mudik Dilarang, Banyak Penumpang Ubah Jadwal Penerbangan

PANGKALAN BUN – Larangan mudik Lebaran membuat bingung masyarakat Kotawaringin…

Jumat, 16 April 2021 09:57

Akal Bulus Penambang Ilegal, Tanah Laterit Diduga Bukan Produk Utama

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan informasi baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers