MANAGED BY:
SABTU
27 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Selasa, 23 Februari 2021 17:29
Perkara Bakar Lahan, Pemodal Melenggang Bebas, Petani Malah Dihukum Berat
ILUSTRASI.(RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Lolosnya korporasi dari jerat hukum kasus kebakaran hutan dan lahan dinilai sebagai cermin timpangnya keadilan hukum. Kondisi demikian bisa berdampak buruk bagi penegakan hukum kasus lingkungan di Kalimantan Tengah. Pemodal bisa melenggang bebas meski lahannya terbakar, sementara masyarakat kecil harus menerima hukuman dalam kasus yang sama.

”(Putusan) itu mencederai keadilan dan berdampak buruk. Sebab, akibat dampak karhutla mutu udara tidak sehat. Anehnya, hakim malah menyatakan tidak ada unsur kelalaian dan terjadi karena bencana alam. Padahal, menurut kami itu pandangan keliru, karena jika tak lalai dan tak membiarkan meluas, maka tidak terjadi hal itu,” kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka Raya Aryo Nugroho, Senin (22/2).

Aryo merespons putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun yang memvonis bebas PT Kumai Sentosa dalam kasus karhutla pada sidang 17 Februari lalu. Dalam pertimbangannya, hakim menilai kebakaran tersebut merupakan bencana alam yang berasal dari luar PT Kumai Sentosa, yaitu dari Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Majelis Hakim menganggap PT Kumai Sentosa sebagai korban yang sudah berusaha mengantisipasi dalam mencegah dan berusaha memadamkan kebakaran dengan sarana dan prasarana memadai. Namun, karena angin yang terlalu besar, api sulit dipadamkan, walaupun dibantu warga dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dengan helikopter pemadam.

Menurut Aryo, keputusan itu menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum lingkungan dan mencederai keadilan. Pada 2019, di PN Pangkalan Bun, ada 17 kasus terkait karhutla yang melibatkan masyarakat hukum yang dijatuhi vonis bersalah. Namun, ketika kasus itu berkaitan dengan korporasi, justru lolos dari hukum.

”Putusan itu sangat berbeda jauh dengan putusan lainnya, khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat. Saat yang menjadi terdakwanya masyarakat, diputus bersalah dan mendapatkan vonis hukum penjara,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 27 Februari 2021 12:34

SADISSS.. !!! Perampok Beraksi Siang Hari, Suami Dibacok, Istri Disekap

PALANGKA RAYA – Pasangan suami istri di Kota Palangka Raya,…

Sabtu, 27 Februari 2021 12:32

Ada Tapak Kaki di Atas Batu dan Makam Patih Pait

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukamara bekerja sama dengan Balai…

Jumat, 26 Februari 2021 22:33

Kapolri Minta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Terus Jaga Kondusifitas Papua

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal…

Jumat, 26 Februari 2021 12:06

Menanti Polesan Kemudi Harati

SAMPIT – Lembaran sejarah baru pemerintahan di Kabupaten Kotawaringin Timur…

Jumat, 26 Februari 2021 11:45

Jalan Rusak Renggut Nyawa Pemotor

SAMPIT – Parahnya kerusakan Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru…

Jumat, 26 Februari 2021 11:02

Razia Masker, 40 Orang Langsung Rapid Antigen

SAMPIT – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur (Kotim)…

Kamis, 25 Februari 2021 18:21

Bermasalah dengan Istri, Jukir Gantung Diri

PALANGKA RAYA – Seorang pemuda di Kota Palangka Raya, Muhammad…

Kamis, 25 Februari 2021 18:16

Istri Diparang Belasan Kali lalu Suami Gantung Diri

PALANGKA RAYA – Seorang suami di Kota Palangka Raya, Anang…

Kamis, 25 Februari 2021 17:58

Dibatasi Hanya 25 Orang, Besok Harati Dilantik di Gedung DPRD Kotim

SAMPIT – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Kamis, 25 Februari 2021 15:37

Kapolda Tebar Ancaman untuk Pembakar Lahan

PALANGKA RAYA – Kapolda Kalteng Irjen Pol  Dedi Prasetyo menebar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers