Arus mudik penumpang kapal di Pelabuhan Sampit sudah mulai terlihat. Meski Ramadan baru berjalan enam hari, banyak penumpang yang memilih mudik lebih awal menggunakan. Bahkan, tiket penumpang kapal menjelang Lebaran ludes terjual. ”Animo masyarakat yang mau pulang kampung ke Jawa menggunakan kapal sudah kelihatan. Bahkan, 15 hari sebelum puasa, keberangkatan penumpang sudah on kapasitas sebanyak 570 penumpang, khususnya tujuan Sampit-Surabaya,” kata Hendrik Sugiharto Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, Selasa (28/3).
Hendrik mengatakan, tahun ini PT DLU Sampit telah merilis jadwal keberangkatan arus mudik Lebaran sejak H-30 Lebaran sampai H-2 sebanyak 7 call. ”Tahun ini ada terjadi penurunan jumlah keberangkatan dibandingkan 2019 yang sebanyak 16 call dan tahun 2022 sebanyak 11 call. Tahun ini kami hanya menyediakan layanan keberangkatan arus mudik lebaran sebanyak 7 call,” katanya.
PT DLU Cabang Sampit menyediakan dua rute pelayaran, yakni Sampit – Surabaya menggunakan Kapal Motor (KM) Kirana III dan Sampit – Semarang menggunakan KM Kirana I. Masing-masing kapal berkapasitas 700 penumpang. Tahun ini PT DLU hanya menyediakan KM Kirana I yang beroperasi melayani calon penumpang yang bertolak dari Pelabuhan Sampit maupun dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
”Untuk sementara kami hanya menyediakan jadwal tujuan Sampit-Surabaya. Untuk Sampit-Semarang hingga saat ini masih belum ada, karena keterbatasan armada. Armada yang biasanya melintasi rute tersebut digunakan untuk Kumai-Surabaya yang kosong pascakejadian kecelakaan kapal di Pelabuhan Kumai beberapa waktu lalu,” jelasnya. Lebih lanjut Hendrik mengatakan, pergerakan arus mudik sudah terlihat pada Jumat (24/3) lalu. Jumlah penumpang meningkat dibandingkan keberangkatan hari normal sebelumnya. Hal itu dikarenakan penerapan tarif tusla yang diberlakukan PT DLU Sampit, khususnya pada keberangkatan tahap 1, yakni pada H-40 sampai dengan H-30 yang terhitung dari 13-23 Maret 2023 dikenakan kenaikan harga tiket sebesar 15 persen dengan tarif penumpang dewasa posisi duduk sebesar Rp280 ribu, fasilitas tempat tidur Rp290 ribu, dan kelas III sebesar Rp305 ribu. Untuk penumpang anak dan bayi dikenakan tarif Rp60-250 ribu.
Pada tahap 2, yaitu sejak H-29 sampai H-23 yang terhitung dari 24-30 Maret dan tahap 5, yaitu sejak H-1 sampai H-3, terhitung dari 21-23 April 2023 dikenakan tarif dasar nol persen. Harga tiket kapal penumpang dewasa dikenakan tarif sebesar Rp280 ribu per tempat duduk, Rp290 ribu fasilitas bed, dan kelas III sebesar Rp305 ribu. Untuk kategori bayi dan anak di kisaran Rp60-250 ribu per penumpang. Pada tahap 3, yaitu sejak H-22 sampai H-11 terhitung 31 Maret-11April 2023 dan tahap 6 H+1 sampai H+7 terhitung 24-30 April 2023, harga tiket penumpang kapal naik 30 persen dibandingkan harga standar. Harga tiket kapal penumpang dewasa Rp365 ribu posisi duduk, Rp375 ribu fasilitas bed, dan Kelas III sebesar Rp 465 ribu. Penumpang kategori bayi dan anak dikenakan tarif sebesar Rp85-335 ribu.
Selanjutnya, tahap 4 pada H-22 sampai H-2 dikenakan harga naik 40 persen. Kategori dewasa posisi duduk sebesar Rp390 ribu, fasilitas bed sebesar Rp405 ribu, kelas III sebesar Rp425 ribu. Kategori anak dan bayi dikenakan tarif Rp85-350 ribu tergantung fasilitas.
”Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, DLU menerapkan pengenaan tarif tusla. Tujuannya untuk mengurai penumpang pada momen mudik Lebaran yang biasanya dari karyawan perusahaan sawit baru libur setelah mendapatkan THR sekitar H-7 Lebaran. Kami berharap dengan penerapan tarif tusla, calon pemudik bisa bergerak menentukan tanggal keberangkatan dengan tarif terendah, sehingga dapat mengurangi penumpukan,” katanya. Hendrik menuturkan, pihaknya menawarkan harga yang lebih murah dengan tarif standar pada dua call keberangkatan di tahap dua, yakni pada tanggal keberangkatan 24 Maret 2023 dan Rabu 29 Maret 2023. ”Besok ada keberangkatan tanggal 29 Maret rencana KM Kirana 1 akan berangkat dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pukul 11.00 WIB. Setelah itu berangkatan berikutnya di tanggal 2 dan 6 April. Tetapi, untuk jadwal keberangkatan dari H-15 menuju Lebaran, yaitu tanggal 11,15, dan 19 April 2023 sudah on kapasitas dan kami tutup penjualan tiketnya karena sudah habis,” ujar Hendrik.
Terpisah, Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit Edwin Kurniansyah mengatakan, pada arus mudik Lebaran 1444 Hijriah, mulai H-15 pihaknya merencanakan keberangkatan sebanyak 4 call. Yaitu pada 12 April tujuan Sampit-Surabaya menggunakan KM Kelimutu dan 3 call lainnya tanggal 14 April menggunakan KM Lawit, 18 April KM Leuser, dan 20 April menggunakan KM Kelimutu perjalanan rute Sampit-Semarang.
”Jadwal keberangkatan bisa kemungkinan berubah karena dua kapal, yaitu KM Kelimutu dan Leuser saat ini masih dalam tahap perawatan atau pemeliharaan. Mudah-mudahan awal April ini kapal sudah bisa beroperasi, sehingga jadwal keberangkatan sesuai rencana yang ditentukan,” kata Edwin.
Sementara itu, khusus KM Lawit yang sudah lebih dulu menjalani pemeliharaan atau docking kapal dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 13 April 2023 pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit pada Jumat, 14 April 2023 pukul 10.00 WIB.
”Jumlah penumpang sudah mulai ada peningkatan. Sejak awal puasa banyak calon penumpang yang menanyakan jadwal keberangkatan. Tetapi, biasanya calon penumpang banyak yang memilih berangkat menjelang Lebaran. Seperti pada keberangkatan 14 April 2023 rute Sampit-Semarang menggunakan KM Lawit, ada ratusan penumpang yang booking tiket,” ujarnya. (hgn/ign)