SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah menyusun berbagai strategi guna menghadapi tantangan pembangunan pada tahun 2026. Berbagai langkah telah dipersiapkan agar pembangunan daerah dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kotim Alang Arianto menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan daerah dan program nasional.
Salah satu fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia (SDM), terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah guna meningkatkan gizi dan kesehatan mereka. Upaya pencegahan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem juga menjadi prioritas, mengingat pentingnya kesejahteraan generasi mendatang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Dalam aspek ekonomi, pemerintah akan mengendalikan inflasi daerah agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Langkah ini akan dibarengi dengan dukungan terhadap program swasembada pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah, sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok.
Pemerintah juga berkomitmen mengembangkan industri kerajinan serta sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan memberikan pelatihan, akses permodalan, serta peluang pasar yang lebih luas, UMKM diharapkan mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
”Kami akan memastikan program-program ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terealisasi dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Alang.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa seluruh strategi ini merupakan langkah dalam mewujudkan Kotim yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, baik dari unsur pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat, agar program-program yang dirancang dapat berjalan dengan efektif.
”Kami ingin pembangunan di Kotim benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar program-program ini dapat berjalan dengan efektif,” ujar Halikinnor.
Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan dana APBD serta bantuan dari pemerintah pusat guna memastikan terlaksananya program-program prioritas. Selain itu, inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik akan terus ditingkatkan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan transparan.
Melalui strategi yang matang dan dukungan semua pihak, Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan mampu menghadapi tantangan pembangunan pada tahun 2026 dengan lebih siap serta dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (yn/ign)