SAMPIT – Angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur diprediksi menurun drastis pada tahun 2024. Dari hasil evaluasi dan pendampingan tim Survei Gizi Indonesia (SGI), angka stunting diperkirakan turun menjadi sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 35,5 persen.
”Kami sudah melakukan monitoring dan evaluasi stunting untuk tahun 2024. Kami evaluasi data penimbangan yang dilakukan serentak se-Kotim tahun ini," kata Imam Subekti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAP???) Kotim.
Menurutnya, hasil sementara menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam penurunan angka stunting di wilayah Kotim. Hal ini tak lepas dari berbagai program intervensi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim SGI.
”Insya Allah, dari pendampingan yang kita lakukan, termasuk mendampingi tim SGI yang melibatkan anak-anak dan orang tua sebagai responden, mudah-mudahan angka stunting berada di sekitar 20 persen," tambahnya.
Imam juga menjelaskan, data tersebut diperoleh melalui pendampingan penuh terhadap 57 blok sensus rumah tangga yang dilakukan di berbagai wilayah Kotim. Namun, ia menegaskan bahwa angka resmi masih menunggu data final dari pemerintah pusat.
”Dari pendampingan penuh terhadap 57 blok sensus rumah tangga, angkanya kurang lebih di sekitar 20-an persen, namun angka resmi masih menunggu data final dari pusat," jelasnya.
Keberhasilan dalam menekan angka stunting di Kotim tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang telah diterapkan. Pemerintah daerah bersama tim terkait telah melakukan berbagai upaya, seperti pendampingan gizi bagi ibu hamil dan balita, peningkatan akses terhadap pangan bergizi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang sehat.
Selain itu, program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi terus digalakkan di berbagai puskesmas dan posyandu. Imam juga menegaskan, kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan pemerintah desa, sangat berperan dalam pencapaian target ini.
”Kami berharap angka stunting terus menurun agar anak-anak di Kotim dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik," katanya. (yn/ign)