SAMPIT – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, wartawan dituntut memainkan peran lebih dari sekadar penyampai kabar. Mereka adalah penjaga akurasi, etika, dan integritas.
Itulah pesan utama yang disampaikan Bupati Kotim Halikinnor dalam Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (14/5).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kotim Halikinnor, yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun, unsur Forkopimda Kotim lainnya, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ketua PWI Provinsi Kalteng beserta jajaran, pengurus dan anggota PWI Kotim serta tamu undangan lainnya.
Halikinnor menuturkan, konferensi tersebut bukan hanya agenda rutin untuk konsolidasi organisasi, tetapi menjadi momentum refleksi mendalam terhadap posisi strategis jurnalis di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
”Dengan mengusung tema Jurnalisme Berkualitas, Menjawab Tantangan Era Digital, kegiatan ini menyuarakan tantangan sekaligus harapan terhadap peran pers dalam lanskap media yang makin kompleks. Saya menyadari bahwa tugas menjadi jurnalis tidaklah mudah,” kata Halikinnor.
”Dalam menghadapi tekanan dari berbagai arah politik, ekonomi, maupun teknologi, wartawan dituntut untuk tetap menjaga independensi dan profesionalisme,” tambahnya.
Menurut Halikinnor, era digital membawa perubahan besar dalam cara informasi diproduksi dan dikonsumsi. Di tengah banjir informasi yang tak selalu tersaring dengan baik, justru peran wartawan profesional semakin vital, memastikan fakta, menjaga etika, dan berdiri tegak dalam integritas.
”Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan terus mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik yang benar,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, dan membangun. “Karena kami percaya, pers yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas dan pemerintahan yang transparan,” tutupnya.
Halikinnor menambahkan, konferensi tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita yang akurat dan berimbang, ada komitmen besar dari wartawan yang bekerja dengan prinsip dan tanggung jawab.
”Di era dimana kebenaran bisa dengan mudah tersamarkan oleh sensasi, wartawan adalah garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik,” tutupnya. (yn)