PANGKALAN BUN -Pemerintah Kabupaten Kobar kembali menyalurkan bantuan sdari Kementerian Sosial, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) untuk masyarakat Kumai di kantor kecamatan setempat , Kamis (10/8). Selama tahun 2017 ini, warga Kobar yang mendapat bantuan PKH sudah sebanyak 2.783 orang.
Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah mengatakan, penyaluran PKH ini bisa membantu masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Harapannya untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan program Kementerian Sosial.
Penyaluran PKH ini tidak diberikan kepada semua masyarakat, ada beberapa kriteria diantaranya, ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, ibu yang memiliki balita dan keluarga yang memiliki anak sekolah. Serta masih ada beberapa kriteria lain dengan catatan, warga yang kurang mampu.
Ahmadi juga mengatakan program ini merupakan bantuan tunai bersyarat kepada masyarakat yang terlebih dahulu didata oleh Dinas Sosial, diusulkan kepada Kemensos. Setelah cair langsung disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kobar Gusti Nur Aini menambahkan, penerima atau peserta PKH ini, juga bisa orang mengalami kelumpuhan, yang tidak bisa berusaha lagi.
"Penerima PKH hanya berlaku untuk 5 tahun saja setelah itu Dinas Sosial akan mengevaluasi kembali pesertanya. Apakah sudah bisa mandiri apa belum, jika dianggap mampu maka dihapus dari penerima PKH," pungkasnya.
Ditambahkan, tahun 2017 ini dana yang akan disalurkan untuk PKH sebesar Rp 5.220.100.000 untuk 2.783 KPM. Kecamatan Kumai jumlah paling banyak KPM yakni 971. Sedangkan untuk Kecamatan Arut selatan ada 775 KPM, Pangkalan Lada 389 KPM, Pangkalan Banteng 288 KPM, Kotawaringin Lama 163 KPM dan Arut Utara sebanyak 187 KPM. (rin/gus)