PANGKALAN BUN- Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah geram melihat patung orangutan yang merupakan ikon Kobar diberi pakaian. Dia menilai tindakan tersebut sebagai pelecehan terhadap ikon Kobar.
Aksi jahil itu diketahui Ahmadi saat perjalanan menuju Kumai. Dia langsung turun dari mobil dan melepas baju orangutan yang berada di Bundaran Monyet Desa Kapitan Kumai, Senin (4/9).
"Siapa pun yang memakaikan baju ke patung orangutan ini berarti dia tidak menghargai ikon Kabupaten Kobar," kata Ahmadi sambil menggunting baju yang dipakaikan ke patung orangutan.
Seperti diketahui, bahwa Kobar banyak dikenal oleh wisatawan domestik dan mancanegara dengan pesona Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki ribuan orangutan.
"Para turis saja sangat menghargai orang utan, kenapa kita tidak. Ini alasan saya turun langsung ke bundaran itu dan melepas baju orangutan. Itu sebagai pesan kepada masyarakat untuk merasa memiliki dan bangga atas keberadaan TNTP dan orangutan," ujarnya.
Menurut warga sekitar, patung orangutan sudah berkaos selama berbulan-bulan. Ahmadi pun mengkritik dinas pariwisata yang membiarkan kejadian ini.
"Kami sangat menyayangkan hal ini. Jangan menunggu perintah atau menunggu anggaran baru bertindak, dinas harus aktif dan inovatif, apalagi ini berkaitan dengan pariwisata," jelasnya.
Dia juga meminta masyarakat merasa memiliki dan menjaga apa yang telah dibangun pemerintah. Sebab pembangunan yang dilakukan pemerintah menggunakan urang rakyat. (rin/yit)