KUALA KURUN – Sebanyak 32,07 persen anak usia 0-2 tahun di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) termasuk dalam kategori bertubuh pendek dan sangat pendek (stanting) akibat kurang asupan gizi. Hal ini mendapat perhatian serius dari kalangan DPRD Kabupaten Gumas.
”Angka 32,07 persen itu tergolong cukup tinggi. Tidak seharusnya anak-anak di daerah ini mengalami stanting akibat kekurangan gizi. Hal ini mengingat Gumas memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah,” kata anggota DPRD Gumas Iswan B Guna, Minggu (24/9).
Menurut dia, untuk mengurangi angka anak yang kekurangan gizi, Pemkab Gumas melalui semua satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait harus introspeksi diri, dengan memprioritaskan program yang sifatnya untuk peningkatan gizi anak-anak usia dini.
”Kita minta SOPD harus membuat program yang sifatnya peningkatan gizi anak. Caranya dengan mengaktifkan posyandu, penyuluhan, dan lainnya,” tutur dia.
Selain itu, kata dia, SOPD juga harus mampu merubah pola pikir dan mendengar setiap pandangan Fraksi Pendukung DPRD Gumas. Selama ini, pihaknya telah menyampaikan hal tersebut, namun tidak diperhatikan.
”Malu kita kalau kabupaten bermotto Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini yang kaya akan SDA, masih terdapat anak yang kekurangan gizi,” ujarnya.
Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, masih banyaknya anak yang kekurangan gizi juga menandakan bahwa dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat kurang diperhatikan.
”Kita berharap kesejahteraan masyarakat diperhatikan, sehingga mampu mengurangi anak yang kekurangan gizi,” tandasnya. (arm/ign)