MANAGED BY:
KAMIS
03 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Minggu, 25 Maret 2018 01:12
Media Sebagai Garda Kampanye Damai
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO,

Oleh: Stevanus Sulu )*

Beberapa waktu belakang ini, isu hoax semakin menggila di Indonesia. Mulai dari masalah agama hingga politik, isu hoax mengguncang persatuan dan kesatuan negeri ini. Hoax merupakan berita bohong yang dapat membahayakan jika dipercaya oleh masyarakat. Sebuah isu dapat dikatakan sebagai hoax jika memiliki beberapa unsur berikut:

  1. Isu yang beredar bersifat provokatif. Masyarakat atau pribadi yang menerima berita hoax akan terpancing amarahnya serta akan menimbulkan perdebatan, permusuhan, dan kebencian. Berita hoax yang sering diedarkan di Indonesia adalah mengenai agama, suku, dan ras. Pada masa kampanye politik, akan banyak isu hoax seputar calon yang bersaing dalam bentuk kampanye hitam (black campaign).
  2. Isu hoax tidak jelas sumbernya. Berita atau isu yang disebarkan tidak benar jika tidak jelas sumbernya. Umumnya berita atau isu hoax akan disebarkan melalui broadcast pesan singkat atau melalui situs-situs yang tidak jelas. Di sosial media, ada akun-akun tidak jelas yang akan menyebarkan berita hoax ini. Misalnya, ada informasi mengenai daftar makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi yang disampaikan lewat grup whatsapp. Namun, informasi ini tidak ditemui di situs resmi lembaga terkait, seperti BPOM atau kementerian kesehatan. Maka, hampir dapat dipastikan bahwa isu tersebut adalah hoax belaka.
  3. Isi dari isu yang beredar tersebut tidak berimbang. Isu disampaikan cenderung untuk menyudutkan pihak tertentu. Namun, ada juga isu hoax yang disampaikan tanpa menyudutkan pihak tertentu dengan tujuan menakut-nakuti masyarakat. Misalnya, beredar isu mengenai komplotan penculikan anak yang tengah beraksi di suatu kota yang tidak datang dari pihak kepolisisan. Informasi ini tentu akan membuat warga yang memiliki anak menjadi ketakutan dan menjadi mudah curiga pada beberapa orang.
  4. Isu hoax cenderung bermuat fanatisme terhadap suatu golongan atau tokoh tertentu atas nama ideologi. Misalnya saat kampanye berlangsung, akan banyak hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang fanatik dengan satu tokoh calon pemimpin sehingga menyebarkan hoax untuk menyudutkan calon lainnya.

Terdapat banyak pihak yang bertanggung jawab untuk mengontrol berita hoax yang beredar di masyarakat. Perlu adanya peran aktif dari semua pihak untuk menangkal berita hoax ini, seperti pemerintahan, media, dan masyarakat sendiri. Media sebagai lembaga yang berperan dalam penyebaran berita memiliki peran penting dalam meredam isu hoax yang beredar di masyarakat. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh media dalam meredam isu hoax yang beredar di masyarakat adalah:

 

Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya berita hoax dan penyebarannya

Salah satu peran media dalam menangkal isu hoax yang beredar di masyarakat adalah dengan memberikan kampanye ke masyarakat tentang berita hoax, penyebaran, dan dampaknya. Media menjadi salah satu yang mampu melakukan hal ini karena media akan lebih banyak berhubungan dengan masyarakat.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 22:47

Rudini Ditenggat 60 Hari

<p><strong>SAMPIT </strong>&ndash; Calon bupati Kotim Muhammad Rudini harus menyerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers