SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

BARITO

Selasa, 12 Februari 2019 15:24
Konflik Kian Meruncing, Mediasi PT SEM dan Warga Berakhir Buntu
BERAKHIR BUNTU: Mediasi PT Sem dan warga di rumah Damang Paju Epat, Desa Siong, Senin (11/2).( EKO PRASOJO/RADAR PALANGKA)

TAMIANG LAYANG – Konflik antara PT Senamas Energindo Mineral (SEM) dengan Desa Telang Baru Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, kian meruncing. Mediasi permasalahan pengrusakan makam akibat lean clearing oleh perusahaan berakhir buntu,  Senin (11/2).

Mediasi yang dilakukan kedua kalinya di rumah Damang Paju Epat, Desa Siong, Dalios itu , dipimpin sang Damang, Ketua DAD Paju Epat Purba Aban, dan dihadiri perwakilan manajemen PT SEM Syarifudin serta pihak keluarga yang kuburan leluhurnya dirusak.

Hasil mediasi, PT SEM dinyatakan bersalah secara adat dan wajib membayar Rp 35 juta, melakukan perbaikan lahan kuburan dengan pembatuan, serta melakukan pemagaran.

Pantauan Radar Palangka, pihak managemen PT SEM menerima denda yang diberikan atas keputusan adat dan memberi tali asih paling banyak Rp 10 Juta. Namun, di sisi lain pihak keluarga menolak hal tersebut dan tetap menuntut PT SEM membayar kerugian secara moral maupun material sebanyak Rp 5 miliar.

Perwakilan pihak keluarga, Aprianus, dan meminta perusahaan memenuhi tuntutan mereka. Pihaknya memberi waktu dua hari pada perusahaan untuk membayar. Apabila tidak dipenuhi, jalan dan aktifitas perusahaan akan dihentikan.

”Kenapa kami meminta sebesar itu? Karena ada harkat dan martabat kami yang dikubur di situ," katanya dengan nada tinggi.

Sementara itu, Syarifudin mengatakan, pihaknya hanya akan mengikuti sanksi adat yang telah ditetapkan. Namun, apabila pihak keluarga tidak menerima, akan disampaikan kembali kepada unsur pimpinan perusahaan.

Terkait ancaman warga, Syarifudin baloik mengancam. ”Pihak keluarga yang ingin menutup jalan perusahaan, akan berurusan dengan aparat kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Purba Aban mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lapangan terkait penetapan sanksi kepada PT SEM. Menurutnya, pihak perusahaan sudah melanggar adat.

”Keputusan adat tidak dapat dijalankan karena salah satu pihak tidak menerima,” kata Purba Aban. (apr/ign)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2024 12:17

Diskan Rekomendasikan Pembangunan SPBU Nelayan

SUKAMARA - Dinas Perikanan (Diskan) Sukamara telah merekomendasikan rencana pembangunan…

Rabu, 22 Mei 2024 12:16

Pemkab Sosialisasikan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

NANGA BULIK –  Sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan…

Rabu, 22 Mei 2024 12:12

Agendakan Tuntaskan 14 Raperda selama 2024

KUALA KAPUAS- DPRD Kabupaten Kapuas, telah menetapkan 14 rancangan peraturan…

Selasa, 21 Mei 2024 17:37

Dishub Imbau Pemilik Kendaraan Tertib Lakukan Uji KIR

SUKAMARA - Dinas Perhubungan (Dishub) Sukamara mengingatkan agar pemilik kendaraan…

Selasa, 21 Mei 2024 17:36

Total Dana Hibah Pilkada Capai Rp 34 Miliar

NANGA BULIK -  Total alokasi anggaran untuk pelaksanaan pemilihan kepala…

Selasa, 21 Mei 2024 17:33

Gelar Kaji Banding Dalami Materi Dua Raperda

KUALA KAPUAS-Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Mei 2024 16:55

Sukamara Siap Usulkan PPTPKH Tahap Kedua

SUKAMARA - Lahan yang memenuhi syarat tetapi belum diusulkan oleh…

Senin, 20 Mei 2024 16:54

Realisasi APBD Lamandau Masuk 20 Besar

NANGA BULIK - Penjabat Bupati Lamandau Lilis Suriani mengungkapkan bahwa…

Senin, 20 Mei 2024 16:48

Terus Berupaya Perjuangan Aspirasi Masyarakat

KUALA KAPUAS- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas…

Jumat, 10 Mei 2024 16:23

Pemkab Siap Menyediakan Sarana Bagi KONI

SUKAMARA - Pemerintah Kabupaten Sukamara siap memberikan dukungan bagi pengurus…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers