Cafe 88 akhirnya resmi dibuka, Senin (27/5). Tempat kuliner baru itu kian meramaikan bisnis kuliner di Sampit. Salah satu alternatif tempat tongkrongan dengan spot foto menarik. Anda tertarik?
HENY, Sampit
Selama sekitar satu bulan Cafe 88 dibangun. Tempat santai yang mengusung konsep industrial dengan paduan warna monokromatik. Nampak simpel dan terkesan maskulin.
Cafe 88 sengaja dibuat semi outdoor,sehingga pengunjung dapat memilih bersantai di alam terbuka sambil menikmati udara malam, ditemani secangkir kopi. Ada pula beragam sajian menu andalan.
Acara peresmian berlangsung sederhana. Setelah acara berbuka puasa yang digelar Radar Sampit, sejumlah pejabat menyambangi cafe baru itu. Pengguntingan pita dilakukan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, didampingi General Manager Radar Sampit Siti Fauziah.
Sejumlah pejabat langsung duduk santai di dalam café, sekaligus mencicipi berbagai menu yang disajikan. Sekretaris Daerah Kotim Halikinnor mengapresiasi inisiatif Radar Sampit yang mendirikan café tersebut.
”Semoga Cafe 88 ini bisa sukses dan bisa menjadi tempat nongkrong yang diminati masyarakat di Kotim,” ujarnya.
Saat mencicipi kopi yang disajikan, Halikin mengaku sangat menikmati. ”Kopi di sini memang ada rasa yang beda seperti ada legit-legitnya,” katanya.
”Kalau saya merasa seperti ada lezat-lezatnya,” sahut Taufiq menimpali.
GM Radar Sampit Siti Fauziah malam itu ikut menikmati dan melayani satu per satu tamu yang datang. Berbalut dress panjang bermotif cokelat, Siti Fauziah terlihat ceria melayani para tamu mengobrol.
Yus Arie menuturkan, cafe merupakan salah satu keanekaragaman di Kota Sampit. Ada hal yang menarik dari Cafe 88, salah satunya buka hingga sekitar pukul 24.00.
Menurutnya, cafe dengan penyajian hidangan kopi merupakan sesuatu yang unik, bukan hanya menjadi tempat nongkrong tetapi juga menjadi tempat berbagi. ”Di mana ada kopi, di situlah perbincangan hangat tercipta,” ujarnya.
Di samping itu, lanjutnya, penerangan yang cukup menjadi daya tarik cafe. Pasalnya, Sampit merupakan kota yang cukup gelap dan kurang penerangan, sehingga hal itu menjadi poin utama.
”Selain penerangan, cafe juga akan semakin menarik ketika menyediakan spot foto. Masyarakat sekarang cenderung instragramable, lebih senang mencari tempat tongkrongan asik dan menarik, kemudian bisa diposting dan di-share di akun instagramnya masing-masing,” ujarnya. (hgn/ign)