MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 06 Agustus 2019 15:36
Lamandau Siap Pecahkan Rekor Muri Makan Keladi
TESTER: Bupati Lamandau Hendra Lesmasa saat mencoba masakan coto keladi korup matah.(RIA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, NANGA BULIK – Keladi merupakan salah satu jenis tumbuhan yang umbi dan batangnya bisa dimakan dan diolah menjadi berbagai makanan. Tanaman itu bisa tumbuh di berbagai jenis tanah. Akan tetapi, sebagian besar keladi memerlukan perlakuan khusus sebelum dimasak agar tidak gatal. 

Di Kabupaten Lamandau, keladi tumbuh bisa dibilang unik, yakni bisa dimakan langsung setelah dikupas, alias masih mentah. Tidak akan menimbulkan gatal walaupun belum dimasak, sehingga masyarakat sering menyebutnya dengan nama keladi korup matah.

Pada peringatan hari jadi ke-17 Kabupaten Lamandau tahun ini, Pemkab Lamandau berencana menggelar acara makan coto keladi korup matah dengan peserta terbanyak. Kegiatan itu juga sekaligus dalam rangka pencatatan Museum Rekor Indonesia.

”Kami telah bersurat ke MURI untuk pengajuan pencatatan rekor tentang makan coto keladi korup matah dengan peserta terbanyak dengan jumlah 1.700 mangkuk. Ini adalah pencatatan pertama dan pada 19 Juli lalu kami sudah mendapat surat persetujuan untuk pencatatan rekor tersebut," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamandau Irwansyah.

Sementara itu, Bupati Lamandau Hendra Lesmana mengatakan, pencatatan rekor Muri itu sebagai bentuk kebanggaan terhadap kekayaan daerah. Serta sebagai langkah daerah untuk memperkenalkan keladi korup matah ini secara luas.

Pelaksanaannya direncanakan bersamaan dengan hari ulang tahun Lamandau pada 7 Agustus di halaman kantor Bupati Lamandau. Selain makan coto keladi, juga ada pesta rakyat yang menyediakan ribuan jenis kuliner khas Lamandau lainnya.  

”Bedanya dengan rekor Muri yang lain, karena keladi korup matah ini sudah diakui sebagai  milik kami, sehingga jadi kewajiban bagi kami menyosialisasikannya," ujar Hendra.

Hendra menuturkan, karena telah dibudidayakan dengan baik, diharapkan keladi korup matah bisa jadi produk unggulan daerah. Baik untuk produk tanaman maupun makanan olahannya. Sebab, makanan apa pun yang berbahan baku pati atau terigu bisa digantikan. Keladi dengan umur panen cukup, mengandung pati yang sangat tinggi. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Lamandau Sunarto mengatakan, dalam pemecahan rekor Muri itu pihaknya bertanggung jawab menyediakan bahan baku. Dalam beberapa tahun terakhir, para petani sangat antusias menanam keladi korup matah yang sangat laku dan bernilai ekonomis tinggi di pasaran. 

”Keladi korup matah ada dua jenis yang berwarna putih dan kuning. Endemik tumbuh di daerah kecamatan  delang dan batangkawa. Kelebihannya tidak gatal seperti keladi lain,  bahkan metah pun bisa dimakan langsung," ungkap Sunarto. (mex/ign)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 20:22

Karang Taruna "Taruna Mulia" Bagikan 2000 Masker Gratis

PANGKALAN BANTENG - Karang Taruna 'Taruna Mulia' Desa Marga Mulya…

Rabu, 18 September 2019 14:49

Kabut Asap Kagetkan Turis asal Italia

Pamela dan David, pasangan wisatawan mancanegara berkewarganegaraan Italia, merasa aneh…

Rabu, 18 September 2019 14:43

Siaga Karhutla di Kobar Diperpanjang

PANGKALAN BUN- Status siaga karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat diperpanjang…

Rabu, 18 September 2019 14:36

BNNK Bekuk Jaringan Narkoba Kalbar

PANGKALAN BUN- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kobar menangkap Selamet,…

Selasa, 17 September 2019 15:15

CUMA MODAL SEMANGAT..!! Personel Pas-pasan, Satgas Keteteran Padamkan Karhutla

PANGKALAN BUN - Keterbatasan jumlah personil membuat Satuan Tugas Kebakaran…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Akan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawangin Barat (Kobar) akan meningkatkan…

Selasa, 17 September 2019 10:37

RSCH Sosialisasi Memandikan Jenazah Berpenyakit Menular

PANGKALAN BUN - Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) Pangkalan Bun,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Dua Heli Bantu Padamkan Karhutla

PANGKALAN BUN- Dua helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan…

Senin, 16 September 2019 14:55

Dua Bulan ada 4.513 Kasus ISPA, 10 Persennya Diduga Akibat Asap

PANGKALAN BUN – Dalam dua bulan terakhir temuan Infeksi Saluran…

Senin, 16 September 2019 14:51

Gedung Walet Ada Tanda Ini, Berarti Belum Bayar Pajak

PANGKALAN BUN- Badan Pendapatan Daerah bersama Satuan Polisi Pamong Praja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*