MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 11 September 2019 15:56
Kerap Tangani Kasus Pencabulan Anak dibawah Umur

Lebih Dekat dengan Erianto, Dokter Spesialis Forensik di RSUD dr Murjani Sampit

Erianto, Dokter Spesialis Forensik di RSUD dr Murjani Sampit saat bertugas.(HENY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, Erianto, dokter forensik di RSUD dr Murjani Sampit menegakkan keadilan sesuai keahliannya berdasarkan permintaan penyidik.

HENY, Sampit

Pekerjaan dokter forensik memang tak jauh dari tindak pidana kejahatan yang dilakukan seseorang. Maka, tak heran jika dokter yang satu ini selalu berhubungan langsung dengan penyidik dan siap menjalankan tugas berdasarkan permintaan.

”Kerja kami sebagai dokter forensik tidak sembarangan. Semua harus dilakukan atas permintaan penyidik. Hal itu sesuai dengan KUHAP Pasal 133 ayat 1,” kata Erianto dokter forensik yang bekerja di tiga daerah Sampit, Pangkalan Bun, dan Sukamara.

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang tertuang dalam Pasal 133 Ayat 1 menyebutkan, ”Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan kepada keterangan ahli kedokteran kehakiman atau dokter ahli lainnya.”

”Tanpa diminta melakukan visum et repertum, proses autopsi tidak akan bisa kami lakukan. Mau dia mayat mati atau mayat hidup, semua harus melalui permintaan penyidik,” jelasnya.

Hasil visum berupa keterangan tertulis yang dibuat dokter forensik itulah yang digunakan sebagai bukti yang sah secara hukum mengenai keadaan terakhir korban, seperti kasus peristiwa korban tenggelam, keracunan, kecelakaan, pemerkosaan, penganiayaan, pembunuhan atau kematian yang tidak wajar.

Erianto menuturkan, dari ratusan kasus yang pernah ditanganinya, kasus pencabulan anak di bawah umur kerap ditanganinya. ”Selama di Pangkalan Bun paling banyak menangani kasus pencabulan anak di bawah umur. Pemeriksaan yang dilakukan disebut dengan forensik klinis, yakni dengan memeriksa keadaan korban yang masih dalam keadaan hidup,” ujarnya.

Selain penanganan kasus asusila, adapula kasus kecelakaan kasus lalu lintas yang juga banyak ditangani. Dalam kasus tersebut, tidak semua ditanggung asuransi, misalnya pasien tersebut mengalami kecelakaan tunggal dan kedua dalam kondisi pengaruh obat-obatan.

”Kedua kasus ini tidak ditanggung asuransi. Di situlah kami sebagai dokter forensik melakukan identifikasi dan melakukan pemerikasaan apakah dia (pasien) ditabrak atau kecelakaan tunggal. Apakah kecelakaan atas pengaruh alkohol atau tidak, itu kami harus lakukan pemeriksaan,” katanya

Dalam beberapa kasus, lanjutnya, kecelakaan tersebut terjadi karena pasien dalam pengaruh alkohol. ”Inilah yang tidak ditanggung asuransi,” ujarnya.

Sementara itu, penanganan kasus autopsi masih jarang dilakukan karena pihak keluarga lebih banyak mengikhlaskan kepergian korban. ”Selama saya bertugas di Kalimantan Tengah, penanganan autopsi jarang dilakukan dan visum juga dilakukan hanya dari hasil keterangan fisik luar saja, karena kebanyakan pihak keluarga korban memilih mengikhlaskan daripada dilakukan autopsi,” ujarnya.

Erianto menjelaskan, dalam pemeriksaan autopsi, ada beberapa pemeriksaan penunjang, yakni pemeriksaan di laboratorium untuk melihat lebih lanjut penyebab keganjalan mayat. Setelah itu, ada pemeriksaan toksikologi, yakni pemeriksaan yang dilakukan karena diduga ada racun. Hasilnya dikirim ke aparat kepolisian.

Ada beberapa teori dalam pembukaan autopsi, di antaranya pengangkatan jantung, paru-paru, jaringan, usus, dan lambung. Sejumlah organ itu lalu ditimbang untuk mengetahui apakah mayat tersebut organ vitalnya normal atau tidak.

”Dalam organ tubuh manusia itu ada batasan normalnya. Jantung dan paru-paru. Untuk wanita biasanya beratnya 2,5 kilogram, sedangkan pria 3 kg. Kalau kurang dari itu berarti ada kelainan,” katanya seraya menambahkan, proses membedah sampai menjahit lagi memerlukan sekitar 2-4 jam.

Dari ratusan kasus yang ditangani, Erianto menjalani dengan penuh syukur. Dari pekerjaan itu ada hikmah kehidupan yang bisa diambil.

”Pekerjaan ini harus disyukuri. Pekerjaan ini justru membawa hikmah karena saya kembali mengingat Allah sang pemilik kehidupan. Ada hidup, ada pula kematian. Ketika sudah dihadapkan dengan kematian, kita semua akan kembali,” tandasnya. (***/ign)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 15:25

Pegawai Bank Syariah Mandiri Sampit Akhirnya Dipenjara

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Kotim akhirnya menjebloskan pegawai Bank Mandiri…

Jumat, 22 November 2019 15:09

Polda Kalteng Menggagalkan Penyelundupan Puluhan Kubik Kayu Ilegal

PALANGKA RAYA – Jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Subdit Tindak…

Kamis, 21 November 2019 16:09

Anggaran Dipangkas Habis-habisan, Pendidikan Turut Dikorbankan

SAMPIT – Kondisi keuangan daerah dengan angka defisit yang besar…

Kamis, 21 November 2019 15:13

Diterjang Angin Kencang, Lapak Pedagang sampai Bergetar

SAMPIT – Angin kencang yang terjadi di Jalan H Hasan…

Kamis, 21 November 2019 14:49

Hadapi Semen Padang , Kalteng Putra Harus Keluar Zona Degradasi

PADANG – Keluar dari zona degradasi jadi harga mati bagi…

Kamis, 21 November 2019 09:52

Penilaian P2 Adipura Sudah Berlangsung

SAMPIT— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim hingga kini masih menunggu…

Kamis, 21 November 2019 09:47

Pertama Tugas di Luar Jawa, Langsung Belajar Bahasa Banjar

Sampit menjadi pengalaman pertama Agung Ari Wibowo bertugas di luar…

Rabu, 20 November 2019 15:35

Sebelum Menutup Mata, Darwan Ali Sempat Menghadiri Rapat dan Jalan-Jalan

SAMPIT – Awan duka menyaput Kalimantan Tengah. Mantan Bupati Seruyan…

Rabu, 20 November 2019 14:36

Raih 34 Penghargaan, Bermimpi Jadi Pemain Terbaik Dunia

Catur membuat hidup Edward Ritsi Pierrlie bertabur prestasi. Kecintaannya pada…

Selasa, 19 November 2019 17:03

Bertani lewat Gawai, Bisa Pangkas Masa Panen

Satu lagi prestasi yang berhasil diraih putra terbaik Kalimantan Tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*