MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Jumat, 11 Oktober 2019 13:50
Serma (Purn) Imanuel Nuhan Tutup Usia

Prajurit Terakhir, Penerjun Pertama AURI

PEJUANG: Jenazah salah satu penerjun payung pertama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), Serma (Purn) Imanuel Nuhan ketika disemayamkan di rumah duka, kemarin.(DODI/ RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Kabar duka menyelimuti Kalimantan Tengah. Salah satu penerjun payung pertama Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), Serma (Purn) Imanuel Nuhan menghembuskan nafas terakhir, Rabu (9/10) sekitar pukul 19.10 WIB, di Rumah Sakit Doris Slyvanus Palangka Raya.

Wafat di usia 96 tahun, pejuang kelahiran Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah ini disemayamkan di rumah duka di Jalan G Obos 24, Palangkaraya. Direncanakan, mendiang akan dikebumikan secara militer di Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Palangkaraya.  Walau pihak TNI AU menawarkan agar jenazah dimakamkan di TMP Kalbata, Jakarta.

Imanuel merupakan prajurit terakhir sebagai penerjun pertama dalam sejarah Indonesia, bersama dua belas prajurit AURI. Tanggal 17 Oktober tahun 1947 ketika itu, mereka berhasil diterjunkan dan mendarat di Desa Sambi wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Mereka para penerjun tersebut antara lain,  adalah Heri Hadi Sumantri, FM Suyoto, Iskandar, Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Willem, Amirudin, Ali Akbar, M. Dahlan, JH Darius dan Marawi, serta Imanuel Nuhan.

Atas jasa-jasanya, semasa hidup Imanuel menerima banyak penghargaan, antara lain Penghargaan Tanda Weteran RI Bintang Griya, tanda jasa bintang aksi militer satu, piagam peristiwa perang I dan II dan Satya Lencana Narapa oleh Presiden Soekarno.

Anak kandung almarhum, Hernison Nuhan (45) kepada Radar Palangka menerangkan, sebelum meninggal dunia ayahnya itu memang kerap kali sakit dan puncaknya sempat meludah darah, hingga dirujuk  ke ruang IGD Doris. Sempat diberikan pertolongan, namun tuhan berkehendak lain, hingga menghembuskan nafas terakhir.

”Kondisinya sering sakit dari 2007 lalu, sempat dibawa ke Banjarmasin dan ke rumah sakit di Palangka Raya lebih dari lima kali. Nah Rabu malam, saat dibawa itu memang sudah kritis, sampai akhirnya Tuhan berkehendak lain dan dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

Hernison juga menyampaikan dalam hidup almarhum, ada beberapa pesan yang selalu diharapkan kepada pemerintah daerah dan TNI, yakni baik telah tiada maupun masih hidup, harus menghargai jasa-jasa mereka.

”Pesan beliau kepada pimpinan Korem 102/Panju-panjung maupun pihak TNI,  apabila cucu dan cicitnya ingin menjadi TNI baik darat, laut dan udara bahkan kepolisian agar bisa dipermudah dan diprioritaskan,” ujarnya.

Dilanjutkan Hernison, berdasarkan kesepakatan keluarga, alamarhum tetap dimakamkan di Sanaman Lampang, walaupun memang ada prioritas dari TNI AU untuk dimakamkan ke taman makam Kalibata.

”Kami tetap putuskan di Sanaman Lampang untuk dimakamkan, karena di lokasi itu dimakamkan juga komandan beliau, almarhum mayor M Dahlan dan juga almarhum Tjilik Riwut serta almarhum letnan muda J Bitak. Dengan meninggalnya bapak, maka seluruh penerjun pertama di Indonesia sudah tidak ada lagi,” paparnya.

Disampaikannya pula, perjuangan almarhum sangat berliku liku .Awalnya mengikuti sekolah pelayaran menjadi tentara Jepang di Makasar. Setelah terjadi pengeboman Hirosima dan Naga Saki, almarhum bergabung ke Tentara Rakyat Indonesia (TRI). Disitu berjuang bersama arek-arek Surabaya,  hingga Kemerdaan Indonesia terwujud.

Lalu setelah merdeka, Imanuel ke Makasar untuk mengambil sertifikat tentara Jepang dan mendapat pangkat Kalsi. Setelah itu bergabung ke TRI Divisi empat Tuban dan bersama 74 personel lainnya dikirim ke Kalimantan. Sempat melakukan pertempuran di kawasan Pangkalan Bun, diantaranya di Teluk Bogam, Sai Tabuk dan Sei Rangas.

Dilokasi itu pasukannya berhasil menguasai delapan wilayah, namun komandan  tertembak mati hingga seluruhnya kembali ditarik ke Tuban. Tak lama usai operasi tersebut, lalu datang Tjilik Riwut menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Pangeran Mohammad Noor,  tentang permintaan kepada AURI.

Permintaan itu antara lain agar dapat mengirimkan pasukan payung ke Kalimatan untuk membentuk dan menyusun gerilyawan dalam membantu perjuangan rakyat Kalimantan. Selain itu mendirikan stasiun radio induk untuk keperluan membuka jalur komunikasi antara Kalimantan dengan Yogyakarta.

Kemudian lanjut Hernison,  usai itu permintaan tersebut disambut Kasau saat itu, Komodor Udara Suryadi Suryadarma. Dan kemudian memerintahkan Mayor Udara Tjilik Riwut untuk mempersiapkan prajurit-prajurit AURI yang akan diterjunkan di Kalimantan. Hingga dilakukan pemilihan dari setiap suku dan terpilihnya 13 orang tersebut, salah satunya Imanuel.

“Lalu di lakukan penerjunan Pada 17 Oktober 1947 dini hari dengan pesawat Dakota RI-002, dengan pilot Bob Freeberg dan co-pilot Opsir Udara III Suhodo. Mereka take off dari Pangkalan Udara Maguwo menuju Kalimantan dengan melintasi lautan dan menelusuri hutan belantara. Penerjunan 13 orang itulah yang jadi penerjunan pertama,” tuturnya.

Dia menambahkan,  ayahnya itu pernah cerita saat mendarat di Sambi mereka terpisah dengan rekan-rekannya. Bahkan ia tersangkut di atas pohon, dan  mencari makan di dalam hutan belantara untuk bertahan hidup. Karena tidak ada informasi, saat itu Imanuel disangka meninggal dunia,  karena terpisah hingga satu bulan lamanya di dalam hutan,  tanpa memakan nasi.

”Jadi setelah satu bulan itu mereka bisa berkumpul hingga melakukan aktivitas. Sampai akhirnya almarhum diperbantukan sebagai humas di masa Gubernur Tjilik Riwut. Hingga menjadi orang kepercayaan pak Tjilik Riwut dan pensiun pun di pemerintahan provinsi Kalteng.” Pungkas Hernison.(daq/gus)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 15:08

Dewan Sarankan Fasilitas Kolam Renang Ditingkatkan

PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) ada yang…

Jumat, 24 Januari 2020 15:03

Ratusan Pohon Ditumbangkan Paksa, Loh Kenapa?

 PANGKALAN BUN – Ratusan pohon telah ditebang oleh Dinas Lingkungan…

Jumat, 24 Januari 2020 10:19

Masyarakat Diingkatkan Antisipasi DBD

PALANGKA RAYA- Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah menekankan…

Kamis, 23 Januari 2020 17:50

Imigrasi Amankan Wartawan Mongabay.com

PALANGKA RAYA – Seorang warna negara asing (WNA) yang juga…

Kamis, 23 Januari 2020 17:08

Pemprov Kalteng Persiapkan Kunjungan Raja dan Ratu Belanda

PALANGKA RAYA – Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti…

Kamis, 23 Januari 2020 17:05

Bandar Narkoba Bawa Sajam dan Pistol

TAMIANG LAYANG –  Seorang bandar narkotika jenis sabu yang biasa…

Kamis, 23 Januari 2020 17:02

Perempuan Kalteng Perlu Perhatian Khusus

PALANGKA RAYA –Masih adanya ketimpangan terhadap peran perempuan di Provinsi…

Kamis, 23 Januari 2020 12:00

Wali Kota Palangka Raya Ingin Masyarakat Gunakan Hak Pilih Saat Pilkada

PALANGKA RAYA— Bentuk partisipasi guna menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah…

Kamis, 23 Januari 2020 11:57

Ratusan Pejabat Eselon III dan IV Gunung Mas Dilantik

KUALA KURUN - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong kembali…

Rabu, 22 Januari 2020 15:52

Kinerja SOPD Pemkot Palangka Raya Harus Ditingkatkan

PALANGKA RAYA –  Kinerja jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers