MANAGED BY:
MINGGU
20 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 05 Desember 2019 10:17
Gunakan FSVA Petakan Kerawanan Pangan
PETA: Penyerahan Peta tematik (FSVA) oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kotim Hanif Budinugroho kepada Staf Ahli Kemasyarakatan SDM Bupati Kotim Agus Suryo Wahyudi, di sela - sela rapat koordinasi dewan ketahanan pangan di aula kantor Bappeda Kotim, Rabu (4/12).(YUNI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SAMPIT— Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin (Kotim) menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. Memalui Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) yang merupakan peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan Kotim.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hanif Budinugroho menjelaskan, daerah yang rentan terhadap kerawanan pangan, dan mengapa daerah tersebut rentan terhadap kerawanan pangan? Dapat kita lihat dari FSVA. Sehingga pemerintah dapat mengambil langkah untuk melakukan penangannya.

Arah kebijakan pembangunan ketahanan pangan di Kotim bersifat terpadu berintikan struktur organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait, serta bersifat kegiatan lintas sektoral yang dilaksanakan secara bertahap, dilakukan assesment setiap tahun untuk melihat kemajuan program.

Adapun analisis komposit FSVA menggunakan enam prioritas. Prioritas utama yang menggambarkan tingkat kerentanan pangan wilayah yang paling tinggi, sedangkan prioritas enam menunjukkan wilayah dengan tingkat ketahanan pangan yang paling baik.

“FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. FSVA mampu menyediakan informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan program, penentuan sasaran serta intervensi kerawanan pangan dan gizi,” terangnya.

Dengan kata lain, wilayah prioritas satu memiliki tingkat risiko kerawanan pangan yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya sehingga memerlukan perhatian segera. Meskipun demikian, wilayah yang berada pada prioritas satu tidak berarti semua penduduknya berada dalam kondisi rawan pangan, juga sebaliknya wilayah pada prioritas enam tidak berarti semua penduduknya tahan pangan.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 12 September 2020 15:21

Nakhoda Hilang Akhirnya Ditemukan Mengapung

SAMPIT - Selama kurang lebih 34 jam, nakhoda tug boat…

Jumat, 11 September 2020 14:37

Bansos Tahap II untuk 112.249 KK

SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng)  Sugianto Sabran meluncurkan bantuan…

Jumat, 11 September 2020 13:53

Kapal Tabrakan, Nakhoda Menghilang

SAMPIT – Sebuah kapal motor (KM) Surya Pertiwi berbobot 1.463…

Jumat, 11 September 2020 09:33

Pemkab Kotim Dorong Inovasi Desa Melalui Kemitraan

SAMPIT-Haadirnya Pertamina Shop (Pertashop) diharapkan tidak hanya untuk mendekatkan layanan…

Kamis, 10 September 2020 14:54

Camat Perbatasan Negara Punya Tantangan Lebih Berat Dibanding Wilayah Lain

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan…

Kamis, 10 September 2020 13:43

Warga Tehang Minta BPN Tangguhkan Proses Kadastral

SAMPIT – Sengketa antara warga dan perusahaan perkebunan seakan tidak…

Kamis, 10 September 2020 09:12

Kesbangpol Kotim Pelototi Kampanye di Medsos

SAMPIT— Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur…

Kamis, 10 September 2020 09:04

Banjir di Wilayah Utara Kotim Rendam Ratusan Rumah Warga

SAMPIT— Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 09 September 2020 17:03

Dua Budak Sabu Dibekuk di Tempat Berbeda

SAMPIT – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kotim kembali mengamankan…

Rabu, 09 September 2020 16:06

Guru Kian ”Jauh” dari Siswa, Berharap segera Berlalu

Sistem belajar secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers