PANGKALAN BANTENG - Maraknya aksi pencurian karet di Kecamatan Pangkalan Banteng membuat petani merugi. PT Perkebunan Nusantara XIII Kebun Kumai yang berada di wilayah kecamatan Pangkalan Banteng juga terkena imbasnya.
Manajer PTPN XIII Priyo Harjono menyatakan, pencurian getah karet sempat membuat perusahaan babak belur di tahun 2015 lalu. Di beberapa bulan awal tahun 2016 ini, meski sudah mengalami penurunan, namun target produksi getah hanya mampu mencapai 80 persen.
”Tahun 2015 kemarin bisa dibilang cukup tinggi angka pencuriannya. Bahkan kemampuan produksi getah karet beku atau lump hanya sekitar 55,6 persen,” ujarnya.
Untuk menekan angka pencurian getah karet, pihaknya bekerjasama dengan para petani karet yang memiliki kebun di sekitar wilayah produksi kebun PTPN dan menjalin kerjasama dengan 16 tengkulak di sekitar wilayah kerjanya.
”Ada 16 tengkulak kita datangi dan kita buatkan MoU yang disaksikan oleh aparat penegak hukum agar mereka tidak membeli karet yang tidak jelas asal usulnya, apalagi kalau hasil pencurian. Ini tidak hanya untuk melindungi kami, tapi juga melindungi petani karet kecil yang juga sering menjadi korban pencurian,” terangnya.
Imbasnya, dengan penerapan itu kini produksi getah karet di PTPN sudah mencapai 80 persen dari target yang telah ditetapkan perusahaan. Tak hanya itu, tindakan tegas berupa proses hukum di kepolisian juga dilakukan sehingga bisa menimbulkan efek jera. (sla/yit)