MANAGED BY:
RABU
02 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Selasa, 15 September 2020 14:14
Melawan Satgas Yustisi Covid-19 Bisa Penjara 2 Tahun
MULAI TEGAS : Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo saat memperlihatkan rompi oranye yang akan dipakaikan kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Sanksinya bisa berupa kerja sosial, hingga surat peringatan, denda uang hingga pidana penjara apabila melawan petugas.(DODI RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA-Angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Tengah terus meninggi. Tercatat kini sudah memasuki angka 3.022 kasus, dengan kematian 118 orang, 616 dalam perawatan dan 2.288 orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk di Kota Palangka Raya, terdata 1.021 kasus, kematian 59 kasus, 176 dalam perawatan dan 786 sembuh, per Senin (14/9).

Dilatarbelakangi hal tersebut, berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mencegah terjadinya penyebaran pandemi Covid-19. Dimulai dari sosialisasi tentang protokol kesehatan hingga pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dan kini pengetatan lebih ketat pendisiplinan penerapan protokol kesehatan melalui Operasi Satgas Yustisi Covid-19.

Saksi penerapan pidana hingga ancaman dua tahun penjara pun akan diterapkan, jika ada masyarakat terbukti melakukan perlawanan, tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Dengan menurunkan personel gabungan TNI, Polri, Pol PP, ormas dan Dinas Perhubungan sebanyak 1.400 orang,  maka penerapan protokol kesehatan akan diawasi ketat.

Bukan itu saja, sanksi tegas pun menanti bagi yang melanggarnya, apalagi melawan petugas saat harus menerapkan protokol mencegah penyebaran covid-19 tersebut.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, sejak kemarin dipastikan sudah tidak edukasi dan sosialisasi lagi terkait protokol kesehatan. Tetapi langsung diberikan sanksi sosial kepada masyarakat yang abai dan tidak melaksanakan protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

”Apalagi masyarakat melakukan perlawanan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas maka akan diterapkan pasal KUHP ancaman 6 bulan hingga 2 tahun penjara. Saya tegaskan hal tersebut,” ujarnya di sela melepas sejumlah personel  gabungan untuk Operasi Satgas Yustisi Covid-19, di Mapolda Kalteng, Senin (14/9) kemarin.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 30 November 2020 14:00

Kasus Covid-19 Dekati Seribu, Kobar Siapkan Gedung Isolasi Baru

PANGKALAN BUN – Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten…

Senin, 30 November 2020 13:49

Pengedar Ditangkap Bersama 12 Paket Sabu

PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian Direktorat Narkoba Polda Kalteng kembali…

Senin, 30 November 2020 09:58

Ponpes Salafiyah Iqro Tolak Paham Radikal

PALANGKA RAYA - Pengurus dan santri Pondok Pesantren Salafiyah Iqro…

Jumat, 27 November 2020 15:10

Gerdayak Gelar Rapimda

PALANGKA RAYA- Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (gerdayak) menggelar rapat pimpinan…

Kamis, 26 November 2020 15:20

Rumah Pengedar Sabu Dipasangi Police Line

PALANGKA RAYA- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng meringkus bandar…

Kamis, 26 November 2020 15:10

Ormas Dayak Tolak Paham Radikal

PALANGKA RAYA – Sejumlah organisasi massa menggelar unjuk rasa di…

Kamis, 26 November 2020 15:05

Kantin SMPN 8 Palangka Raya, Terbakar saat Libur

PALANGKA RAYA – Insiden kebakaran lagi-lagi terjadi di Palangka Raya.…

Kamis, 26 November 2020 09:30

Guru Tetap Produktif di Masa Pandemi

PALANGKA RAYA - Guru harus mampu menemukan solusi kreatif, sehingga…

Kamis, 26 November 2020 09:27

Palangka Terbaik Kedua Zona Integritas

PALANGKA RAYA - Prestasi kembali ditorehkan Pemerintah Kota Palangka Raya…

Rabu, 25 November 2020 15:11

Rusak Dimakan Usia, Jembatan Terpaksa Ditutup

KUALA KAPUAS – Sebuah jembatan di di sungai Kelurahan Mandomai,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers