MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 28 Januari 2021 14:11
Sidang Penggelapan Arisan Berjalan Sengit

Saksi Bantah Keterangan Keluarga Terdakwa

SIDANG ARISAN : Sejumlah korban penggelapan arisan saat bersaksi di Pengadilan Negeri Nanga Bulik, Rabu (27/1). Mereka kompak membantah keterangan saksi dari keluarga terdakwa.(RIA MEKAR/RADAR PANGKALAN BUN)

NANGA BULIK- Lima orang perempuan menjadi saksi dalam sidang penggelapan uang arisan di Pengadilan Negeri Nanga Bulik, Rabu (27/1). Empat orang diantaranya adalah korban sedangkan satu orang lainnya merupakan adik terdakwa.  

Sidang yang mengagendakan keterangan saksi ini berlangsung cukup sengit, karena beberapa keterangan saksi adik terdakwa seringkali dibantah oleh para korban. 

Adik terdakwa yang disebut bernama Tri merupakan orang terdekat yang sering membantu untuk menagih uang arisan kepada anggota. Dia juga sering menerima transfer uang dari anggota arisan untuk diserahkan pada kakaknya yang merupakan ketua arisan dalam bentuk tunai. Selain itu ia juga mengaku bahwa kakaknya tidak memiliki rekening bank, namun berdasarkan bukti yang dipegang Jaksa Penuntut Umum, Novryantino Jati Vahlevi ternyata Tri pernah mentransfer uang ke rekening terdakwa. 

“Demi Allah saya tidak tahu kalau kakak saya ternyata berniat untuk kabur, akhirnya saya yang jadi sasaran anggota arisan. Saya ditekan dipaksa dan diintimidasi, sampai di medsos juga,” ungkap Tri. 

Sementara itu para korban mengaku menjalankan dan mengikuti arisan tersebut hanya dengan sistem kepercayaan. Bahkan banyak anggota yang tidak saling mengenal dengan anggota arisan lainnya. “Waktu itu belum zaman WA grup seperti sekarang. Kadang harus ditanya dulu baru dikasih tahu siapa yang dapat arisan, kalau tidak ditanya tidak pernah dikabari,” ungkap salah satu saksi. 

Menurut mereka, arisan ini harusnya berakhir Bulan Juni 2019, namun pelaku kabur sebelum arisan selesai. Saat guncangan ke-31 pelaku kabur Bulan April 2019 setelah sebelumnya sempat menagih uang arisan. 

Saat ditanya hakim mengapa lebih memilih arisan dibandingkan menabung di bank, para emak-emak ini mengaku malas untuk antre di bank. Sehingga mereka lebih memilih arisan sebagai alternatif menabung. 

Seperti diketahui bahwa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten lamandau harus berurusan dengan hukum. Warga Jalan Cempedak Nanga Bulik ini disangka sebagai pelaku penggelapan uang arisan rekan-rekannya. Setelah diproses aparat kepolisian, kasusnya kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lamandau. 

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lamandau, Ambo Rizal Ahyafi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kronologis kejadian penggelapan uang arisan tersebut bermula pada bulan September 2016. Saat itu pelaku, Ani Herlina (36), warga jl Cempedak Nanga Bulik ini mengajak teman-temannya untuk mengadakan arisan dengan pembayaran setiap bulan sebesar Rp1.000.000. 

Saat itu terkumpul sebanyak 33 nama dan pada bulan Oktober 2016. ia mendapat arisan giliran pertama. Kemudian pada bulan berikutnya para anggota membayar arisan dan setiap tanggal 7 setiap bulannya ia mengocok arisan sekitar pukul 13.30 WIB dan yang keluar namanya akan mendapat uang sebesar Rp 33 juta. 

“Namun pada saat pengocokan arisan tidak semua anggota arisan hadir dan hanya disaksikan beberapa orang saja. Setelah berjalan sekitar 5 bulan muncul niat pelaku untuk meminjam uang arisan tersebut karena kebanyakan orang yang giliran mendapat uang arisan tersebut tidak menyaksikan pada waktu pengocokan,” tuturnya. 

Sementara anggota yang lain juga tidak ada yang melakukan pengecekan dan antar anggota tidak saling mengenal. Sehingga pelaku berpikir bahwa uangnya dapat digunakan untuk kepentingan pribadinya terlebih dahulu tanpa diketahui anggota yang lain. 

“Kemudian pada bulan Maret 2017 pelaku menggunakan uang arisan milik anggota arisan yang tidak mengetahui bahwa dirinya mendapat arisan.

Merasa tidak ketahuan pelaku pun mengulang perbuatan tersebut hingga sebanyak enam nama,” jelasnya.

Kemudian pada akhir periode arisan tersebut yakni bulan April 2019 ada beberapa orang yang mendatanginya untuk menanyakan kapan akan mendapatkan giliran arisan karena tinggal dua putaran atau dua periode.

Kemudian pelaku menjanjikan kepada anggota arisan yang bertanya bahwa bulan Mei 2019 dan Juni 2019 adalah giliran mereka. 

“Tetapi karena takut ketahuan pada bulan Mei 2019, pelaku nekat melarikan  diri ke Kalimantan Barat. Hingga akhirnya pada tanggal 22 Oktober  diamankan oleh anggota Polres Lamandau karena dilaporkan para korbannya,” katanya. 

Uang hasil penggelapan arisan tersebut digunakan pelaku untuk pulang ke Jawa tiga sampai empat kali dalam sebulan, berfoya-foya menginap di hotel, membeli baju, perhiasan, makan di restoran, dan hiburan. “Dari enam nama

anggota arisan, ia meraup keuntungan penggelapan senilai total Rp 198 juta,” pungkasnya. (mex/sla)

 

  


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 18:57

Polsek Bantu Penanganan Warga ODGJ

PANGKALAN BUN- “Kita bantu mengamankan karena khawatir tenaga kesehatan ini…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:17

Desa Ini Ubah Sawah Jadi Tempat Wisata

PANGKALAN BUN -Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:13

Banjir Ternyata Masih Genangi Rumah Warga

PANGKALAN BUN - Sebagian rumah warga di Kelurahan Baru, Kecamatan…

Senin, 11 Oktober 2021 12:01

NGGA SEREM LAGI..!! Bantaran Sungai Ini Bakal Semakin Cantik saat Malam

 Semakin turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memotivasi…

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:41

Jangan Begini kalau Ada Kebakaran, Petugas Pemadam Kesal Tau Ngga..!!?

 Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotawaringin Barat mengeluhkan keberadaan kerumunan warga…

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:31

Ngebut Pakai Motor Gede, Cewek Ini Seruduk Siswi SMP, Malah Khawatirkan Motornya

Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan roda dua terjadi di Jalan…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:05

Arut Utara Terancam Banjir Susulan Lagi

Debit air di kawasan hulu Sungai Arut, Kecamatan Arut Utara,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:04

Jalani Rawat Jalan Setelah Operasi Pemisahan, Si Kembar Boleh Keluar dari Rumah Sakit

Bayi kembar Muhammad Ibrahim dan Muhammad Abdullah kini sudah diperbolehkan…

Senin, 04 Oktober 2021 10:47

Kepedean..!! Motor Curian Dipakai Keliling Perumahan, Bonyok Dihajar Warga

 Satu terduga pelaku pencurian kendaraan yang belum diketahui identitasnya bonyok…

Sabtu, 02 Oktober 2021 10:26

Tak Mampu Bayar Denda, Pemuda Desa Dianiaya, 5 Anggota Perguruan Jadi Tersangka

 Aksi penganiayaan dialami oleh Arut Ariyanto yang dilakukan oleh sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers