SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

KOTAWARINGIN

Selasa, 11 April 2017 15:12
Aduh Sayang Sekali, Pembangunan SMA di Saranau Terkendala
TERKENDALA: Pelajar terpaksa harus bolak balik ke Kota Sampit dengan menyeberangi Sungai Mentaya karena tidak adanya SMA di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Saranau.(USAY NOR RAHMAD/ RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Pembangunan SMA sederajat di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Saranau, terkendala pengalihan kewenangan jenjang pendidikan tersebut dari kabupaten ke provinsi. Pemkab tak bisa membangun sekolah di wilayah kabupaten.

”Kita tidak bisa membangun sekolah jenjang menengah atas, karena sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2016, kewenangan pendidikan menengah sudah berpindah tanggung jawabnya dari kabupaten ke provinsi. Kita hanya bisa menyampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Kepala Disdik Kotim Suparmadi, saat ditemui Senin (10/4).

Meski demikian, pihaknya terus mengupayakan pembangunan sekolah di wilayah tersebut dengan membawanya ke musrenbang. Sebab, pihaknya harus menyampaikan keinginan masyarakat setempat yang hingga kini belum memiliki satu pun SMA sederajat.

”Kita juga telah meminta ke disdik provinsi agar  harapan warga Seranau ini bisa diakomodir, karena bagaimanapun juga ini merupakan keinginan masyarakat kita sekaligus dalam rangka kita mengupayakan pemerataan pendidikan di seluruh kecamatan di Kotim,” ujarnya.

Sebelumnya Camat Seranau Siti Rahmaniar mengatakan, wilayah itu perlu SMA atau SMK. SMA sederajat di Seranau hanya ada di dua desa, yaitu Ganepo dan Desa Terantang. Selama ini warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau harus menyeberang menuju Sampit untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, di Kelurahan Mentaya Seberang, sekolah yang ada hanya sampai jenjang SMP.

”Selain itu, yang melanjutkan sekolah hanya mereka yang mampu, sementara yang tidak mampu memilih tidak melanjutkan sekolah setelah selesai SMP. Jadi, bisa dikatakan, tingkat putus sekolah anak-anak warga di sini tinggi,” ungkapnya. (sei/ign)


BACA JUGA

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Maksimalkan Penataan Melalui Rapat Integrasi GTRA

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Rapat Integrasi Penataan Aset…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Pemda Bagikan 500 Lembar Bendera Merah Putih

SUKAMARA–Menyambut HUT RI ke-80, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Lamandau Borong Piala di Peda KTNA XIV

NANGA BULIK - Kontingen Lamandau berhasil memborong sejumlah penghargaan pada Pekan…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:15

Warga Desa Hampalit Krisis Air Bersih, Pemkab Katingan Harus Bertindak

KASONGAN – Warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan,…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:26

Anggota Paskibraka Diminta Siapkan Diri Jelang Upacara HUT RI ke-80

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, meminta seluruh anggota Pasukan Pengibar…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:25

Bantuan Seragam dan Tas Sekolah Mulai Disalurkan di Sukamara

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:25

Pemkab Lamandau Apresiasi Storytelling Contest 2025

NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau memberikan apresiasi atas…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:19

DPRD Desak PDAM Katingan Segera Bayar Tunggakan Gaji Karyawan

KASONGAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan memberikan…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:11

Bupati Sukamara Pimpin Upacara di SDN Cabang Barat

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, memimpin upacara bendera di SDN…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:10

Puskesmas Sukamara Sediakan Pemeriksaan USG Gratis bagi Ibu Hamil

SUKAMARA – Puskesmas Sukamara kini menyediakan layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers