PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama jajarannya terus memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Seperti sebelumnya, pemerintah juga memohon bantuan pada Pemerintah Pusat untuk mendukung kelancaran di lapangan.
Kendati demikian, permohonan bantuan berupa helikopter dan lainnya belum disalurkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Kalteng, mengakui bahwa bantuan tersebut hanya akan disalurkan apabila keadaan sudah darurat.
”Kalau status kita sudah siaga darurat, bantuan seperti helikopter itu baru disalurkan. Nah, kebetulan status darurat belum ditetapkan. Jadi, bantuan masih tidak kita terima,” kata Kepala BPBD dan Damkar Syahril Tarigan.
Saat ini, pihaknya bersama jajaran terkait terus memantau perkembangan di lapangan. Meski saat ini masih ada turun hujan, intensitas curah hujan sudah semakin turun, sehingga beberapa daerah di Kalteng sudah mulai kering.
”Minggu lalu masih ada terjadi banjir di daerah Kabupaten Barito Utara. Namun, saat ini intensitas curah hujanya sudah semakin turun, yaitu rata-rata sudah di bawah 100 mm. Jadi, sudah turun sekali, sehingga sebagian daerah di Kalteng mulai kering,” ujarnya.
Meski beberapa wilayah di Kalteng mengering, pihaknya belum memantau adanya hotspot atau titik panas, sehingga saat ini status Kalteng masih dalam status waspada. Pihaknya terus mendata perkembangan realisasi sumur bor yang pembangunannya sudah disepakati beberapa waktu lalu. Data sumur bor yang masuk ke pihaknya saat ini masih di bawah 300 unit.
”Saat sudah status siaga darurat nanti, kita akan dilakukan pengecekan lagi, karena saat sudah status siaga. Semua peratalan akan kita cek, termasuk sumur bor dan sebagainya,” pungkasnya. (sho/ign)