MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

BARITO

Selasa, 29 September 2020 10:13
Busana Dayak Pesisir Perlu Pengakuan
SENIMAN: Darmawan ketika memperlihatkan foto penggunaan busana khas untuk pengantin dengan nuansa adat Dayak pesisir, yang diharapkannya mendapatkan perhatian dari Pemkab Batara.(Alwandi/Radar Sampit)

PROKAL.CO,

MUARA TEWEH – Rancangan busana pengantin Dayak pesisir saat ini telah berhasil dibuat oleh pengamat dan peneliti sejarah seni dan budaya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Batara) pun diharapkan dapat mengakui busana yang telah dirancang tersebut.

Hal ini diusulkan oleh Pengamat dan Peneliti sejarah seni budaya DAS Barito di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, Darmawan Abdulah MS kepada anggota DPRD setempat, beberapa waktu yang lalu.

Darmawan mengatakan, rancangan busana pengantin Dayak Pesisir DAS Barito  ini tercipta, setelah pihaknya meneliti dan mengamati adat istiadat perkawinan, terutama di wilayah Batara. Pria ini berharap, para anggota DPRD Batara, yang membidangi masalah Seni dan Budaya dapat memberikan dukungannya kepada pihaknya yakni berupa surat ke Dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga supaya kegiatan mereka diperhatikan, terutama terkait busana rancangan dengan tema judul perkawinan Dayak pesisir DAS Barito di Batara.

”Busana kami sudah siap untuk diseminarkan dan yang kami minta disini adalah pengakuan pemerintah tentang busana kami di Barito Utara,” ucapnya.

Selain itu, diharapkannya pula Disbudparpora memberikan tempat, ruang dan waktu berkumpulnya para peneliti sejarah seni dan budaya. Yakni dengan mengundang para peneliti seniman sejarawan maupun seni budaya yang ada di Batara,  sedikitnya dalam satu tahun satu sekali dan maksimal enam kali dalam 1 tahun, serta juga dapat membuat gedung seni.

”Jadi kami memohon dan meminta kepada ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Batara membantu kami dan mendorong Disbudparpora mewujudkan keinginan kami. Terutama, untuk menambah aset peninggalan nenek moyang kita yang belum terangkat dan dibukukan dalam satu buku tertulis,  maupun gambar,” pungkas Darmawan. (viv/gus)

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2020 11:55

Asli Bejattt..!!! Guru di Batara Cabuli Murid

MUARA TEWEH - Seakan tidak ingin kalah dengan Satreskim Polres…

Senin, 05 Oktober 2020 14:17

Pergi Memancing, Pulang Jadi Mayat

TAMIANG LAYANG – Naas nasib Saripudin (52),  warga Desa Dangu…

Sabtu, 03 Oktober 2020 14:10

Kembali Aktif, Nadalsyah Rapat dengan Perangkat Kecamatan dan Desa

MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara (Batara), yang sebelumnya sempat…

Jumat, 02 Oktober 2020 15:08

Mencuri Uang Majikan, Buruh Bangunan Ditangkap

SAMPIT - Windra Hardianto, pemuda berusia 20 tahun hanya bisa…

Kamis, 01 Oktober 2020 11:29

Momentum Kesaktian Pancasila sebagai Sarana Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

TAMIANG LAYANG - Wakil Ketua II DPRD Kakupaten Barito Timur…

Selasa, 29 September 2020 10:13

Busana Dayak Pesisir Perlu Pengakuan

MUARA TEWEH – Rancangan busana pengantin Dayak pesisir saat ini…

Senin, 28 September 2020 11:42

Wujudkan Pilgub Aman dan Kondusif di Bartim

TAMIANG LAYANG - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Sabtu, 26 September 2020 11:42

Kedapatan Simpan Tiga Paket Sabu Pengedar Narkoba di Kecamatan Tewah Ditangkap

KUALA KURUN – Baru beberapa hari dipercaya mengemban tugas sebagai…

Rabu, 23 September 2020 16:26

Pencurian Helm di Sini Sudah Menjengkelkan

SAMPIT- Aksi pencurian bisa terjadi dimana saja, tak terkecuali di…

Selasa, 22 September 2020 11:35

Produk Hukum Desa Disepakati, Ini Poinnya

TAMIANG LAYANG-Kalangan DPRD Kabupaten Bartim menggelar Rapat Paripurna VIII Masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers