MANAGED BY:
SENIN
08 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Jumat, 15 Januari 2021 11:33
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka 2021 Sekadar Wacana?
(Selfia Windiastuti, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)

PROKAL.CO,

VIRUS Covid-19 ini sudah tidak asing lagi didengar oleh kalangan masyarakat Indonesia bahkan dunia. Sudah hampir  setahun lamanya virus Covid-19 di Indonesia kini belum juga usai. Pandemi Covid-19 ini sangat memengaruhi seluruh sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor pendidikan.

Sektor pendidikan di Indonesia merupakan salah satu dari beberapa sektor kehidupan yang terkena dampak cukup signifikan. Sejak pertengahan Maret 2020, pemerintah mengonfirmasi bahwa Indonesia meningkatkan status bahaya pandemi. Sehingga perlu dilakukannya beberapa tindakan mulai dari 3M, social distancing hingga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah selama kurang lebih dua minggu lamanya. PSBB ini diharapkan mampu untuk mengurangi tingkat risiko penyebaran Covid-19, tetapi ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Covid-19 telah menyebar luas dengan sangat cepat.

Pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah selama kurang lebih dua minggu tersebut membuat seluruh kegiatan harus dilakukan dari rumah, tak terkecuali kegiatan di sektor pendidikan. Penutupan sekolah-sekolah ini tidak terjadi di Indonesia saja bahkan negara-negara didunia juga melakukan penutupan sekolah.

Dilansir dari detikmanado.com, kebijakan penutupan sekolah berdampak pada hampir 421,4 juta  anak-anak dan remaja di dunia. UNESCO mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 mengancam 5.777.305.660 pelajar dari pendidikan pra-sekolah dasar hingga menengah atas dan 86.034.287 pelajar dari perguruan tinggi di seluruh dunia.

Untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun dari rumah, pemerintah menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring (online). Namun, pembelajaran dengan sistem daring nampaknya banyak mengalami kendala, terutama bagi pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan sekolah dasar (SD). Karena di usianya yang cukup dini, mereka sangat memerlukan peran orang tua untuk membantu memahami dan mempelajari materi yang telah dijelaskan oleh gurunya. Sedangkan tidak semua orang tua siap dan mampu untuk selalu mendampingi anak-anaknya dalam kegiatan pembelajaran.

Selain itu, kendala lain yang dirasakan oleh para siswa/mahasiswa adalah jaringan internet yang tidak stabil, kuota internet yang terbatas dan minimnya peralatan elektronik seperti gadget maupun laptop yang tidak mendukung proses pembelajaran selama daring. Dan beberapa kendala yang mungkin dirasakan oleh tenaga pendidik yaitu mereka kurang memahami bagaimana cara mengoperasikan aplikasi-aplikasi pembelajaran online serta  dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dari banyaknya keluhan-keluhan tersebut, tak sedikit tenaga pendidik, siswa/mahasiswa bahkan para orang tua wali menginginkan sekolah-sekolah untuk dibuka kembali.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 21:23

Tak Disiplin, Lima Pegawai Dipecat

<p>PANGKALAN BUN &ndash; Dalam kurun waktu dua tahun (2012-2014), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers