SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

KOTAWARINGIN

Sabtu, 01 Juli 2017 11:45
Pencari Kerja Bakal Meningkat, Ini Perkiraan Angka Peningkatannya
INSPEKSI : Kepala Disnakertrans dan beberapa staff ketika mensosialisasikan seputar aturan ketenagakerjaan kepada pihak swasta, sebelum lebaran tadi.(DOK.SERA/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memprediksi, pascaarus mudik balik lebaran tahun ini akan ada peningkatan jumlah pencari kerja di Kotim. Peningkatan diprediksi sekitar 2 persen.

Kepala Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim Bima Eka Wardhana mengatakan, prediksi tersebut berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah. Yakni setiap kali pemudik pulang kampung, maka saat kembali, akan membawa kerabat atau kenalan untuk mencari kerja di Kotim.

”Untuk tahun ini, jumlah tenaga kerja yang mudik jumlahnya mencapai 30 ribuan orang, sekitar 25 persen dari total jumlah pekerja di Kotim. Sehingga estimasi peningkatan dihitung 2 persen total tenaga kerja yang pulang kampung,” terangnya, Kamis (29/6).

Peningkatan jumlah pekerja lanjut Bima,  memang bukan hal yang baru. Hal ini biasa terjadi karena para perantau menganggap daerah Kalimantan masih memiliki potensi yang bagus untuk mencari kerja. Untuk itulah, mereka biasanya mengikuti kerabat mereka yang sebelumnya sudah lebih dulu bekerja di Sampit.

Apalagi menurutnya,  Kotim saat ini merupakan salah satu kota di Kalteng dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Sehingga cukup banyak perusahaan besar swasta, terutama dibidang perkebunan, menjadi incaran para pencari kerja.

”Kami imbau kepada para perusahaan agar jika melakukan perekrutan karyawan, mereka juga melaporkan jumlah pegawai baru yang direkrut. Ini untuk menjamin bahwa para pekerja baru tersebut mendapatkan hak-haknya dan tidak terlantar di Kotim,” pungkas Bima.

Sebab tambahnya, kasus penipuan tenaga kerja tidak jarang terjadi dan menimpa para pendatang yang berusaha mencari pekerjaan di Kotim. Dan pada akhirnya akan membuat para pendatang terlantar tanpa mendapat pekerjaan yang seharusnya mereka dapatkan. (sei/gus)

 


BACA JUGA

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Maksimalkan Penataan Melalui Rapat Integrasi GTRA

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Rapat Integrasi Penataan Aset…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Pemda Bagikan 500 Lembar Bendera Merah Putih

SUKAMARA–Menyambut HUT RI ke-80, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Lamandau Borong Piala di Peda KTNA XIV

NANGA BULIK - Kontingen Lamandau berhasil memborong sejumlah penghargaan pada Pekan…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:15

Warga Desa Hampalit Krisis Air Bersih, Pemkab Katingan Harus Bertindak

KASONGAN – Warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan,…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:26

Anggota Paskibraka Diminta Siapkan Diri Jelang Upacara HUT RI ke-80

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, meminta seluruh anggota Pasukan Pengibar…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:25

Bantuan Seragam dan Tas Sekolah Mulai Disalurkan di Sukamara

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:25

Pemkab Lamandau Apresiasi Storytelling Contest 2025

NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau memberikan apresiasi atas…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:19

DPRD Desak PDAM Katingan Segera Bayar Tunggakan Gaji Karyawan

KASONGAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan memberikan…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:11

Bupati Sukamara Pimpin Upacara di SDN Cabang Barat

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, memimpin upacara bendera di SDN…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:10

Puskesmas Sukamara Sediakan Pemeriksaan USG Gratis bagi Ibu Hamil

SUKAMARA – Puskesmas Sukamara kini menyediakan layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers