PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota terus mendorong masyarakat dalam memanfaatkan bank sampah. Kesadaran masyarakat dirasa masih kurang untuk menggerakkan langkah konkret pemkot terkait hal tersebut.
Ungkapan itu disampaikan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Rawang menyikapi kesadaran masyarakat untuk menggerakkan dan atau memanfaatkan bank sampah yang dirasa masih kurang.
“Kita tak bisa pungkiri hal itu, masyarakat masih kurang memanfaatkan bank sampah. Tetapi saya yakin kedepan hal tersebut bisa meningkat dan program pemerintah untuk mengajak masyarakat bisa terwujud,” ungkap Rawang, Kamis (8/2).
Rawang menilai pemanfaatan serta implementasi bank sampah di kota, selain menjadi solusi agar Kota Palangka Raya menjadi lebih bersih, pengelolaan bank sampah juga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, setidaknya untuk menunjang ekonomi keluarga.
“Banyak manfaatnya tak hanya kebersihan tetapi juga ekonomi. Jadi kota bisa lebih bersih dan masyarakat juga bisa mendapatkan anggaran dari hal itu tentunya mampu dan bisa menunjang perekonomian keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pengelola Bank Sampah ‘Semut Hitam’, Age Danial mengatakan saat ini pemerintah juga harus lebih pro aktif dalam memberikan pengertian kepada masyarakat pentingnya sampah, tak hanya unsur kebersihan tetapi dapat menjadi penghasilan tambahan keluarga.
”Kami sering datang ke rumah-rumah warga berbicara sampah itu tak hanya kebersihan tetapi bisa jadi duit,” tuturnya.
Dia menambahkan konsep yang di terapkan adalah dengan tiga R yakni reduce, reuse, dan recycle. Reduce mengurangi jumlah limbah sampah. Lalu reuse menggunakan kembali limbah sampah, dan recycle mengolah kembali limbah sampah yang terbuang untuk hal bermanfaat.
“Untuk mencapai tiga R tersebut di perlukan sarana dan prasarana yang memadai, seperti ada alat pencacah plastik, namun kami belum mempunyai alat tersebut kami hanya dapat memilah sampah-sampah saja, dan yang memilah sampah selain petugas juga masyarakat yang ikut menjadi pelanggan dari bank sampah,” ujarnya.
Untuk itu, dari kesadaran memilah sampah itulah nantinya, akan terlihat dampaknya secara langsung, yakni terjadinya pengurangan jumlah limbah sampah di lingkungan, karena sampah yang organik telah dipilah dan kemudian menjadi sampah yang bernilai ekonomis.
“Saya yakin kedepan bisa lebih baik dan masyarakat kian sadar untuk memanfaatkan bank sampah,” pungkasnya. (daq/vin)