PALANGKA RAYA – Menjelang bulan Ramandan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui pihak teknisnya terus melakukan koordinasi terhadap ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok.
Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, Suryadi menyebutkan, koordinasi tersebut penting dilakukan mengingat perubahan bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
Perubahan yang dimaksud yakni masalah distribusi dan kondisi cuaca, yang bisa saja memengaruhi ketersedian kebutuhan pokok di pasaran.
“TPID bersama dinas terkait dan Bulog terus berkoordinasi. Beberapa hari lalu sudah kami bicarakan terkait ketersedian bahan pokok ini. Intinya kita antisipasi terhadap segala kemungkinan,” ucapnya, Senin (8/5).
Kata Suryadi, bedasarkan data yang diperoleh dari pihak Bulog, bahwa stok pangan utamanya beras di Kalteng masih mencukupi untuk delapan bulan kedepan.
Meski begitu, pihaknya tidak ingin melihat hal tersebut sebagai sebuah keuntungan. Pemantauan dan pengendalian terhadap keberdaan kebutuhan pokok ini menjadi perhatian serius.
“Kami juga kerjasama dengan Bank Indonesia, yang bertugas melakukan pemantau harga-harga di sejumlah daerah. Sedangkan TPID, memantau pasokan baik pada tingkat distributor hingga pedagan kecil,” katanya.
Peningkatan permintaan dan bahkan kenaikan harga barang pada saat Ramadan bukan hal yang asing. Fenomena semacam ini, ujar dia, kerap terjadi tiap tahunnya. Bahkan tidak jarang membuat keresahan di tengah masyarakat.
“Ini yang saya maksud. Kita harus mampu menekan agar tidak terjadi kenaikan berlebih apalagi sampai terjadi kelangkaan dan membuat keresahan masyarakat. Stok pangan kita aman, tapi bukan berarti kita santai,” pungkasnya. (sho/fm)