MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 14 September 2019 16:41
Sudah Puluhan Hektare Kebun Sawit Jadi Arang

Karhan di Hutan Produksi Kian Meluas

KERJA TIM: Satgas dari TNI - Polri dan Masyarakat Peduli Api di Kelurahan Mendawai Seberang dan Raja Seberang, ketika bahu membahu menarik selang air untuk mencapai pusat api kebakaran lahan di kilometer 12 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.(SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus terjadi. Hari ini (kemarin) telah memasuki hari ke delapan, kebakaran lahan gambut tersebut makin meluas dan kian sulit ditangani.

Satgas Karhutla, dari unsur TNI - Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Mendawai Seberang dan Raja Seberang terus berupaya melakukan penanganan dari darat, sementara dari udara helikopter water bombing tidak henti memuntahkan air ke titik api.

Luasnya kawasan yang terbakar dan struktur lahan gambut dalam membuat api semakin tidak terkendali dan terus menjauh dari titik awal di sekitar kawasan seberang gajah. Hari ke delapan ini api sudah berada di kilometer 12 dan terus melebar hingga ke kilometer 16  Jalan Pangkalan Bun - Kolam dengan jarak dari sumber api sekitar 4,5 kilometer.

Keterbatasan jumlah personil, alat, dan kencangnya hembusan angin menjadi kendala tersendiri, belum lagi persoalan akses dan sumber air menjadi tantangan besar bagi Satgas Karhutla.

Pantauan media ini di lokasi, hutan, dan semak belukar yang berada tepat di sisi kanan jalan arah ke Kecamatan Kotawaringin Lama itu tampak terlihat lapang hanya meninggalkan arang, abu, dan asap tebal yang masih terus keluar dari dalam tanah gambut.

Bukan hanya hutan produksi yang terbakar hebat, kebun sawit masyarakat dengan jumlah puluhan hektare tidak luput dari sasaran si jago merah. Tanaman sawit warga itu terancam mati, padahal banyak warga belum menikmati hasil dari panen.

Bukan tanpa usaha, pemilik kebun dengan alat seadanya juga sudah melakukan upaya pemadaman dengan menghalau api, namun usaha tersebut sia-sia karena api terus merangsek membakar kebun mereka.

Informasi dari lokasi kebakaran hutan di lahan gambut itu, kebakaran yang sudah terjadi sejak delapan hari itu sudah menghanguskan lahan hutan produksi seluas hampir 600 hektar.

Saat dikonfirmasi di lokasi kebakaran, Babinsa Kelurahan Raja Seberang dan Mendawai Seberang, Serda Agus Sugiarto mengatakan, saat ini skenario yang dipilih adalah hanya melokalisir api agar tidak semakin melebar.

“Keputusan itu terpaksa dipilih karena kebakaran sudah sedemikian luasnya, sementara jumlah personil terbatas,” ujarnya. Saat ini tim terbagi dibeberapa titik, untuk menghalau api agar tidak merembet. Namun ditunjang dengan panasnya cuaca dan kencangnya hembusan angin, api juga semakin sulit dipadamkan.

Ia khawatir karena lokasi yang terbakar berupa lahan gambut, maka walau dipermukaan sudah padam, namun bagian bawah gambut masih terbakar dan api terus membakar bagian bawah lapisan tebal tersebut.

“Inikan sudah habis semua terbakar, hanya menyisakan abu - abu gambut, namun jangan dikira sudah padam, bagian bawahnya masih hidup. Untuk itu kami menyisir bagian tepi ini untuk melakukan pendinginan dan penyiraman gambut agar basah hingga ke dalam,” terangnya.

Sementara itu, Andika salah seorang warga di Kelurahan Raja Seberang, hanya bisa tertunduk lesu ketika melihat dua hektare tanaman sawitnya di kilometer 16 Jalan Kolam hanya tinggal batang yang mengering dan berwarna coklat kehitaman. Puluhan batang tanaman sawit itu baru berusia 4 tahun. Ia juga belum menikmati hasil dari tanaman sawitnya, karena masih berbuah pasir.

Andika mengaku sudah semalam berada di lokasi kebakaran, ia berusaha sekuat tenaga menghalau api agar tidak merembet ke kebunnya. Namun kemarin saat ia pulang malam hari dan saat pagi mendapati kebunnya sudah habis terbakar.

“Apa mau dikata, saya belum menikmati hasilnya sudah terbakar, praktis tanaman ini kalaupun hidup sudah tidak maksimal lagi dan mungkin mati, jadi harus diganti dengan tanaman baru. Kerugian sudah puluhan juta ini,” pungkasnya. (tyo/sla)

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:53

Mitun Stress..!! Perut Pak Cipto pun Ditusuk

PANGKALAN BANTENG - Aksi penusukan kembali terjadi di Kecamatan Pangkalan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:51

Astagfirullah...!!!! Lokalisasi Terindikasi Hidup Lagi

PANGKALAN BUN - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:49

Cegah Banjir, Normalisasi Sungai Dikebut

PANGKALAN BUN - Musim penghujan sudah di depan mata untuk…

Jumat, 18 Oktober 2019 15:20

Keluarga Sisir Garis Pantai, Nasib Tiga Nelayan Belum Diketahui

PANGKALAN BUN - Nasib tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM…

Jumat, 18 Oktober 2019 15:09

Gagal Jadi Tuan Rumah Porprov Kalteng 2022, Pemkab Kobar Legawa

PANGKALAN BUN – Harapan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi tuan rumah…

Kamis, 17 Oktober 2019 14:58

Setengah Kilo Sabu Bernilai Rp 1 Miliar Dimusnahkan

SUKAMARA – Kepolisian Resor (Polres) Sukamara musnahkan barang bukti sabu…

Kamis, 17 Oktober 2019 14:39

Berkesan, Peserta Sail Mulai Tinggalkan Kobar

PANGKALAN BUN – Puluhan kapal layar yang berisi 159 turis…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:13

Masyarakat Harus Mampu Kelola Sampah

PANGKALAN BUN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Rabu, 16 Oktober 2019 15:26

Polres Lamandau Amankan Sabu Kualitas Super

NANGA BULIK - Satuan Reserse Narkoba Polres Lamandau tangkap pengedar…

Rabu, 16 Oktober 2019 15:09

Astagfirullah...!!! Di Daerah Ini Diduga Ada Prostitusi Rumahan Pas Digerebek Setengah Telanjang

PANGKALAN BUN - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*