MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Selasa, 23 Februari 2021 17:29
Perkara Bakar Lahan, Pemodal Melenggang Bebas, Petani Malah Dihukum Berat
ILUSTRASI.(RADAR SAMPIT)

Aryo menambahkan, Kejari Pangkalan Bun harus menempuh jalur hukum lagi agar jangan sampai ada istilah hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. ”Putusan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun terhadap PT Kumai Sentosa jadi cerminan lemahnya perlindungan terhadap lingkungan hidup di Kalteng,” tegasnya.

Dia menambahkan, pertimbangan hakim yang menyatakan kebakaran tersebut merupakan peristiwa bencana alam, merupakan hal yang keliru. ”Hakim tidak mempertimbangkan unsur kelalain dari PT Kumai Sentosa yang tidak memadamkan api kebakaran saat masih kecil sebelum membesar dan meluas, sehingga tidak bisa dikendalikan,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng Dimas N Hartono mengatakan, keputusan itu sangat berdampak pada penegakan hukum karhutla. Kejari harus menyatakan banding, terlebih itu dampaknya terhadap kerusakan lingkungan. ”Pokoknya itu wajib banding dengan memperkuat berbagai dokumen dan argumen,” katanya.

Dimas menuturkan, dari putusan itu, besar kemungkinan akan banyak justifikasi korporasi yang lahannya terbakar dengan menyatakan bahwa hal itu terjadi bukan dari lahannya. Padahal, jika dilihat dari sisi lingkungan hidup, tanggung jawab penuh perusahaan sangat penting dalam menjaga wilayahnya.

”Kerusakan lingkungan harusnya menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotawaringin Barat (Kobar) Dandeni Herdiana sebelumnya juga menyesalkan putusan tersebut. Vonis itu dinilai tidak mencerminkan dukungan Hakim PN Pangkalan Bun terhadap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan yang menjadi atensi nasional. Apalagi kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan di PT KS itu sangat besar, yakni Rp 950 miliar lebih. (daq/ign)

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 05 Maret 2021 16:01

Operasi Senyap..!!! Kawasan Galian C Diduga Ilegal Disegel

SAMPIT – Aktivitas penambangan galian C yang diduga ilegal di…

Kamis, 04 Maret 2021 13:56

ASTAGA!!! Ada Galian C dalam Hutan, Camat pun Terkejoett..!!

SAMPIT – Aktivitas tambang galian C di Desa Bukit Raya,…

Kamis, 04 Maret 2021 08:54

Fokus Berobat, Dokter Faisal Mundur dari Kadiskes Kotim

SAMPIT – Faisal Novendra Cahyanto memutuskan mundur dari jabatan Kepala…

Rabu, 03 Maret 2021 16:45

Diduga Galian C Ilegal, Tambang Hancurkan Areal Hutan

SAMPIT – Aktivitas pertambangan galian C yang diduga ilegal di…

Rabu, 03 Maret 2021 15:12

Buntut Pembubaran Pengunjung, Polisi Periksa Pemilik Kafe

PALANGKA RAYA – Pembubaran paksa pengunjung Galaxy Cafe di Jalan…

Rabu, 03 Maret 2021 12:22

Perlu Anggaran Rp 10 Miliar untuk Perbaikan Jalan Lingkar Selatan

SAMPIT – Perbaikan jalan lingkar selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Rabu, 03 Maret 2021 12:13

Agustiar Siap Pasang Badan untuk Hak Masyarakat Lokal

SAMPIT – Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalteng Agustiar…

Selasa, 02 Maret 2021 14:37

Dituding sebagai Mafia Tanah, Ini Tanggapan BPN Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan…

Selasa, 02 Maret 2021 09:18

Tinjau Jalan Rusak, Ini Kebijakan Bupati Baru Kotim

SAMPIT - Hari pertama menjalankan tugas sebagai Bupati Kotawaringin Timur…

Senin, 01 Maret 2021 17:09

BRUTAL!!! Mafia Tanah Diduga ”Jarah” Ratusan Hektare Lahan Warga

PALANGKA RAYA – Permainan mafia tanah di Kota Palangka Raya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers