MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 14 Oktober 2019 14:56
Air Sungai Menghijau, Ikan Kecil Mulai Mati
BERUBAH: Air Sungai Mentaya yang terlihat lebih jernih dengan warna kehijau-hijauan, membuat petani keramba agak kesulitan karena ikan kecil berusia sebulan yang mulai mati.(DIAN TARESA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan menyisakan masalah bagi para petani keramba. Air sungai yang biasanya berwarna cokelat kehitam-hitaman, berubah menghijau. Hal itu diduga karena air bercampur dengan abu kebakaran. Kondisi demikian membuat petani keramba agak kesulitan menjalankan usahanya.

Petani keramba di Kelurahan Tanah Mas, misalnya, tak bisa berbuat banyak dengan berubahnya kualitas air Sungai Mentaya yang dinilai menurun itu. Ada sekitar 25 petani keramba di wilayah itu.

”Apabila keramba atau tambak berada di atas tanah, kami masih bisa menangani dengan memberikan kapur ke dalam air. Namun, apabila keramba di sungai, meski diberikan kapur, air tetap tak berubah karena mengalir langsung ke sungai besar,” tutur Rahmad, pengelola keramba.

Menurut Rahmad, kondisi air sungai demikian membuat beberapa ikan jelawat yang berusia sekitar satu bulan mati. Ikan yang usianya sudah setahun atau lebih masih bisa bertahan.

Rahmad menuturkan, derajat keasaman (pH) air Sungai Mentaya di wilayah itu selama seminggu terakhir berada pada angka 6. Kondisi demikian dinilai masih bisa menjalankan keramba. Apabila di bawah itu, ikan akan lebih banyak yang mati.

”Ikan mampu bertahan dengan kadar pH 6 – 7. Sejauh ini belum pernah pH air sungai di bawah 6 atau di atas 8. Semakin tinggi kadar pH, semakin baik untuk keadaan ikan,” ucap Rahmad.

Meski perubahan warna air sungai itu berdampak negatif, Rahmad mengatakan, ada juga dampak positifnya, yakni para petani keramba lebih mudah melihat ikan karena air sungai yang terlihat lebih jernih.

”Sebenarnya keadaan air sungai saat ini tidak memberikan dampak signifikan, karena dalam satu minggu, baru hari ini ada beberapa ikan yang mati dan ikan yang mati pun tidak banyak. Alhamdulillah sampai sekarang ikan-ikan masih bisa bertahan. Semoga bisa terus bertahan hingga panen berikutnya, yaitu usia satu tahun sampai satu setengah tahun,”  ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, keramba ikan di wilayah itu akan diperluas lagi dengan cara menutup muara sungai menggunakan jaring. Dengan demikian, ikan-ikan nantinya akan dilepas dan dibiarkan berenang di sungai tanpa keramba. (dia/ign)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 22:17

Dishub Diminta Tambah Traffic Light

<p><strong>PALANGKA RAYA</strong> &ndash; DPRD Kota Palangka Raya menilai sejauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*