MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 23 Agustus 2019 16:21
Duh..!!! Sulitnya Awasi Bajakah
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Pengawasan pengiriman bajakah keluar daerah bukan perkara mudah, meski pemerintah akan mengeluarkan surat edaran mengenai larangan pengiriman tumbuhan tersebut. Bajakah masih berpotensi diselundupkan keluar daerah dengan berbagai cara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengatakan, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan, terutama di pintu masuk dan keluar daerah, seperti terminal, bandara, dan pelabuhan. Dengan upaya tersebut, langkah mengantisipasi pengiriman bajakah keluar daerah bisa lebih efektif.

”Bagaimana nanti keterlibatan semua pihak, tidak hanya bupati dan wali kota, tapi juga pihak dari terminal, Pelindo dalam hal ini pelabuhan, dan Angkasa Pura untuk  bandara,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah memang menegaskan agar bajakah ini tidak boleh keluar daerah, kecuali untuk kepentingan riset. Meski pengawasan bukan pekerjaan mudah, setidaknya dengan adanya instruksi pemerintah, proses di lapangan bisa lebih terarah.

Fahrizal menuturkan, dibandingkan pengawasan pengiriman melalui jalur udara dan laut, pengawasan jalur darat terbilang cukup sulit. Hal itu disebabkan jalur keluar daerah di Kalteng terbilang cukup banyak, sehingga perlu pengawasan secara menyeluruh.

”Memang kendala kita itu ketika pengiriman melalui jalur darat. Untuk itu, selain dari sisi pengawasan, kami meminta kesadaran masyarakat sendiri, karena bajakah ini masih perlu penelitian lebih lanjut,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah melalui instansi terkait saat ini akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai maksud dan tujuan melarang pengiriman bajakah keluar daerah. Langkah itu dilakukan agar tidak ada kesalahan persepsi dari masyarakat mengenai kebijakan tersebut.

Menurutnya, penemuan tersebut masih harus dilakukan penelitian lagi oleh lembaga terkait. Selain itu, larangan pengiriman ini juga sekaligus menghindari aksi eksploitasi besar-besaran dari pihak yang ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan keberadaan bajakah.

”Tanpa kesadaran masyarakat, tentu akan sedikit sulit. Maka dari itu, peran dan dukungan dari semua kalangan sangat dituntut pemerintah,” pungkasnya. (sho/ign)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:58

Kemampuan Pimpinan DPRD Kotim Diragukan

SAMPIT – Terpilihnya tiga nama unsur pimpinan DPRD Kotim periode…

Selasa, 17 September 2019 16:46

DUH KASIHAN..!!! Puluhan Satgas BPBD Terpapar Asap

SEBANYAK 39 anggota tim Satgas Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

Selasa, 17 September 2019 16:32

Bencana Asap 2015 Terulang, Bukti Pemerintah Gagal

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan terulangnya…

Selasa, 17 September 2019 15:28

Penerbangan Kembali Terganggu, Delay Lima Jam hingga Pembatalan Jadwal

PANGKALAN BUN – Kabut asap kembali ganggu penerbangan di Pangkalan…

Selasa, 17 September 2019 09:52

Cover dan Bencana

Oleh: Gunawan Suara di ujung telepon itu agak serak. Wanita…

Senin, 16 September 2019 17:05

Makin Parah..!!! Sudah Banyak Penerbangan yang Batal

PALANGKA RAYA- Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang…

Senin, 16 September 2019 16:58

Pak Presiden Jangan Tunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – AncamanPresiden RI Joko Widodo terkait pemecatan terhadap…

Senin, 16 September 2019 15:05

Memprihatinkan..!!! Sungai Ini Mengering sampai Kelihatan Dasarnya

SAMPIT – Selain kabut asap kebakaran hutan dan lahan, warga…

Senin, 16 September 2019 11:31

Kotim Dinyatakan Darurat Karhutla

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan status kebakaran hutan…

Senin, 16 September 2019 10:49

Hari Olahraga Nasional Kotim di Tengah Kabut Asap

SAMPIT—Kendati Kota Sampit dipenuhi kabut asap sejak beberapa hari terakhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*